MKD: Sekjen DPR Cabut Pernyataan soal Pamdal Titipan Anggota Dewan

ADVERTISEMENT

MKD: Sekjen DPR Cabut Pernyataan soal Pamdal Titipan Anggota Dewan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 10:46 WIB
Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman
Foto: Dok. Habiburokhman
Jakarta -

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR telah mengklarifikasi Sekjen DPR Indra Iskandar soal pernyataan bahwa pengamanan dalam (pamdal) DPR sebagian besar merupakan titipan para anggota DPR. Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman mengatakan Indra memberikan penjelasan sekaligus menarik pernyataan itu.

"Jadi tadi Pak Sekjen sudah kami panggil dan menghadiri undangan kami untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran kode etik anggota DPR yang menitipkan pamdal ke kesekretariatan jenderal DPR atau proses rekrutmen," kata Habiburokhman usai rapat klarifikasi dengan Sekjen DPR Indra Iskandar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Habiburokhman menyebutkan setidaknya ada dua poin dari klarifikasi yang diberikan Indra. Habiburokhman mengatakan anggota DPR yang menitip pamdal itu merupakan dari periode lalu. Para pamdal disebut telah ditingkatkan kualitasnya.

"Ada dua hal yang menjadi inti keterangan Sekjen DPR tadi. Pertama, beliau mengatakan memang ada beberapa anggota DPR yang menitip dalam proses rekrutmen pamdal tapi itu di periode sebelum ini, bukan di periode sekarang," ujarnya.

"Dan orang-orang pamdal yang dititip tersebut sudah ditingkatkan kualitasnya secara reguler dengan berbagai pelatihan," lanjut dia.

Waketum Gerindra itu menekankan pihaknya tak memiliki kewenangan untuk mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang terjadi di periode sebelum mereka bertugas.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengatakan Indra juga mencabut pernyataannya bahwa pamdal titipan itu mayoritas. Atas klarifikasi itu, Habiburokhman mengusulkan agar perkara pamdal titipan ini dihentikan.

"Yang kedua, saudara Indra Iskandar mencabut keterangan, pernyataan beliau minggu lalu diduga bahwa sebagian besar pamdal yang ada saat ini adalah titipan anggota dewan," kata Habiburokhman.

"Karena dua hal tersebut, dalam rapat pleno MKD hari ini juga saya akan mengusulkan perkara ini dihentikan, soal pamdal ini dihentikan," sambungnya.

Pamdal Titipan Anggota DPR

Sebelumnya diberitakan, Indra mengungkapkan pamdal DPR sebelumnya merupakan pengangguran yang mencari kerja. Indra menyebut sebagian besar pamdal DPR itu merupakan titipan para anggota DPR RI.

"Pamdal kita ini masuk karena orang-orang yang mencari kerjaan karena pengangguran. Sebagian besar titipan dari anggota Dewan. Jadi ini kadang-kadang ini belakangan mulai tertib. Tadinya kerjanya, kalau nggak ini cuma megang HP di pintu gerbang, itu ngerokok segala macam," kata Indra saat dimintai klarifikasi MKD di ruang MKD, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9).

Indra mengatakan, setiap enam bulan sekali, para personel pamdal DPR dilatih kedisiplinan oleh aparat kepolisian. Namun menurutnya, hanya sebagian kecil pamdal yang memiliki kesigapan dalam menjalankan tugas

"Setiap enam bulan sekali kita dilatih oleh aparat, sekali oleh kepolisian, sekali oleh Kopassus untuk melatih kesamaptaannya, melatih kedisiplinannya," jelas Indra.

"Hanya sedikitlah. Dari 700 orang, barangkali nggak lebih dari 50 orang yang punya sikap sigap dan lain-lain," tambahnya.

(fca/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT