Nyala Lilin di Alun-alun Bogor Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Nyala Lilin di Alun-alun Bogor Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Muchamad Sholihin - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 04:43 WIB
Nyala Lilin di Alun-alun Bogor Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan (Muchamad Sholihin-detikcom)
Foto: Nyala Lilin di Alun-alun Bogor Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan (Muchamad Sholihin-detikcom)
Jakarta -

Ratusan supporter klub sepak bola Indonesia menggelar aksi solidaritas untuk korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Aksi digelar dengan doa bersama dan menyalakan lilin di Alun-alun Kota Bogor.

Pantauan detikcom, ratusan supporter dari berbagai klub sepak bola di tanah air bergabung untuk menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di aula terbuka Alun-alun Kota Bogor. Mereka nampak membawa atribut klub kebanggaannya masing-masing seperti klub Persija Jakarta, Persib Bandung, PSB Kota Bogor, Arema Malang dan Persikabo 1973.

Para supporter kemudian meletakkan atribut klub kebanggannya masing-masing di lantai Alun-alun Kota Bogor diantara nyala puluhan lilin. Sambil menundukkan kepala dan di bawah gerimis hujan, ratusan supporter klub tanah air ini berdoa dengan khidmat untuk korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan Malang.

"Jadi sebenarnya ini acara spontanitas, sekaligus juga melanjutkan acara kita di Polresta Bogor Kota. Kita dari pihak aliansi spontan bersepakat untuk mengadakan acara ini sebagai solidaritas kita," kata salah satu peserta doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan Malang bernama Qibil, Senin (3/10/2022) malam.

"Kita nggak mau ya ketika sepak bola yang merupakan olahraga rakyat ini memakan korban, ini hiburan rakyat. Ke depannya kita nggak mau ada korban berjatuhan lagi," sambungnya.

Sementara supporter lainnya bernama Fauzan menyebut, hikmah dari tragedi Kanjuruhan adalah kebersamaan. Semua pendukung klub sepak bola tanah air bergabung dan melupakan rivalitas.

"Tragedi ini ada hikmahnya. Kita (pendukung berbagai klub) bisa gabung, bisa duduk bareng disini. Jadi, seperti itu. Dan pesan sebagai koordinator elemen supporter kota, tetap nyaman aman dan tertib," kata pria yang juga Wakil Ketua Viking Bogor itu.

"Ngga bisa gitu kita hilangkan ego, kasihan ke anak cucu kita. Saya ingin membuktikan biar masyarakat tahu kalau supporter ini nggak negatif dan kita bisa berdamai," tambahnya.

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi usai Arema FC kalah atas tamunya Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada Sabtu (1/10) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tidak terima dengan kekalahan tim kesayangan, suporter Aremania masuk ke lapangan hingga berujung kericuhan.

Situasi yang semakin tidak kondusif berujung tembakan gas air mata oleh petugas. Sehingga supporter yang berjubel di dalam stadion berdesakan mencari jalan keluar. Sebanyak 125 orang meninggal dunia dalam tragedi itu.

Simak Video: Langkah Pemerintah Atas Tragedi Kanjuruhan: Bentuk TGIPF-Santunan

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT