Anies Katakan Lanjut, JJ Rizal Tetap Desak Setop Proyek Halte Bundaran HI

ADVERTISEMENT

Anies Katakan Lanjut, JJ Rizal Tetap Desak Setop Proyek Halte Bundaran HI

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 20:33 WIB
Sejarawan JJ Rizal memprotes proyek halte bus TransJakarta Bundaran HI karena menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang. Namun proyek tersebut tetap lanjut.
Halte TransJ Bundaran HI saat ini masih dibangun. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Meski muncul protes dari sejarawan JJ Rizal, Gubernur Jakarta Anies Baswedan memastikan pembangunan halte sekitar Bundaran HI tetap dilanjutkan. Menanggapi sikap Anies, JJ Rizal bergeming.

"Saya sih tetap mendesak," kata JJ Rizal kepada detikcom, Senin (3/10/2022).

Sejarawan lulusan Universitas Indonesia (UI) ini tidak setuju desain halte TransJakarta yang menutupi pandangan ke arah benda bersejarah, yakni Patung Selamat Datang, di Henk Ngantung Fontein, atau biasa disebut masyarakat sebagai Bundaran HI di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Bahwa pembangunan halte dalam arti rupa bentuk wujudnya dicari agar tetap mampu menampung lonjakan penumpang tetapi tetap merunduk pada warisan sejarah Sukarno," kata dia, merujuk pada peninggalan bersejarah di Bundaran HI itu.

Dia ingin pembangunan halte di kawasan gedung pencakar langit Jakarta itu disetop dulu. Lokasi halte tidak harus pindah, hanya saja desainnya yang perlu direvisi supaya tidak menghalangi Patung Selamat Datang, Hotel Indonesia, hingga Sarinah. Meski begitu, JJ Rizal masih berpikir positif soal Anies.

"Saya ikuti sepak terjang Pak Gubernur Anies selama memimpin, perhatiannya besar terhadap sejarah dan warisan sejarah," kata dia.

Ahli sejarah JJ RizalSejarawan JJ Rizal (Rachman Haryanto/detikcom)

Dia menyebut Anies Baswedan sebagai gubernur yang menaruh perhatian terhadap sejarah. Bentuk perhatiannya adalah acara Peringatan Rapat IKADA sekalian reka ulang sejarahnya sebagai rangkaian peringatan Proklamasi 17 Agustus.

Di era Anies, Jakarta juga merevitalisasi Kota Tua. Anies juga mengintrodusir Tim Sidang Pemugaran (TSP) sebagai penjaga kelestarian bangunan cagar budaya. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya melibatkan arsitek, tapi juga sejarawan. Anies dinilainya punya sikap baik, yakni memisahkan urusan kebudayaan dari pariwisata dan ekonomi kreatif, karena budaya adalah urusan serius.

"Semoga saja Pak Gubernur Anies masih seperti yang saya nilai itu," ujar Rizal.

Dia setuju revitalisasi halte TransJakarta dilanjutkan bila makna dari revitalisasi itu sebagaimana tertera di 'KBBI', yakni 'menghidupkan atau menggiatkan kembali' sesuatu hal. Namun di Pergub Nomor 52 Tahun 2022 sebagai perubahan dari Pergub Nomor 20 Tahun 2019 yang menjadi dasar penugasan PT Transjakarta, ada kata selain 'revitalisasi', yakni 'pembangunan', pengoperasian', serta 'pemeliharaan'. Rizal belum bisa memastikan, apa yang hendak dilanjut Anies, apakah revitalisasi atau jenis kegiatan lainnya terkait halte itu.

"Sebab kok bisa sampai tidak mengerti betapa respek terhadap kawasan bersejarah itu penting sekali. Apalah jadinya kota yang tidak peduli pada warisan sejarahnya, apalagi dari pendiri bangsa. Kota yang kehilangan identitas, anonim," kata Rizal.

Sejarawan JJ Rizal memprotes proyek halte bus TransJakarta Bundaran HI karena menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang. Namun proyek tersebut tetap lanjut.Sejarawan JJ Rizal memprotes proyek halte bus TransJakarta Bundaran HI karena menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang. Namun proyek tersebut tetap lanjut. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Proyek Halte Bundaran HI terus lanjut

Sebelumnya, Gubernur Anies memastikan revitalisasi Halte TransJakarta Tosari terus berlanjut. Meski revitalisasi halte diprotes oleh Sejarawan JJ Rizal karena dianggap menutupi Patung Selamat Datang di Bundaran HI.

"Semua project berjalan terus," kata Anies Baswedan di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). Anies ditanya soal kelanjutan pembangunan Halte Tosari.

Gubernur DKI Jakarta mengunjungi halte Trans Jakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). Halte ini merupakan halte pertama yang terintegrasi langsung dengan MRT Jakarta.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berseragam dinas warna cokelat. (Agung Pambudhy/detikcom)

Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI menyatakan revitalisasi halte Bundaran HI melanggar prosedur pelestarian cagar budaya. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) juga hendak memanggil pihak TransJakarta buntut dari polemik ini. PT Transjakarta sendiri menyatakan pembangunan halte itu telah mengantongi izin membangun prasarana (IMP) dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI.

Tonton juga Video: Penampakan Revitalisasi Halte TransJ yang Halangi Patung Selamat Datang

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT