ADVERTISEMENT

Gelar Operasi Zebra, Kakorlantas Ajak Warga Disiplin Berlalu Lintas

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 15:44 WIB
Irjen Firman Shantyabudi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mewakili Kapolda Metro Jaya Fadil Imran memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Jaya 2022 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta.

Mengusung tema 'Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang Presisi', kegiatan ini digelar serentak di 33 Provinsi Indonesia. Digelar mulai 3-16 Oktober 2022, operasi zebra tersebut turut melibatkan kurang lebih 23.600 personil.

"Pelibatan seluruh Polda yang tercatat minus Polda Bali, jadi hanya 33 polda yang melaksanakan operasi zebra karena polda bali sampai saat ini masih melaksanakan kegiatan pengamanan rangkaian G-20 yang puncaknya nanti akan terlaksana pada tanggal bulan November," ujar Firman dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Lebih lanjut Firman mengungkapkan operasi zebra ini bertujuan menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas dan fatalitas korban laka lantas sekaligus meningkatkan disiplin para pemakai jalan.

"Jadi dengan tujuan ini kami berharap bahwa bukan berapa banyak Polri mampu memberikan hukuman tanda kutip menilang para pelanggar, tapi seberapa tinggi kesadaran masyarakat selama operasi ini bisa kita capai," paparnya.

Dalam kesempatan ini, Firman pun menyebutkan potensi-potensi pelanggaran para pengendara lalu lintas. Beberapa di antaranya yakni penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur, penggunaan gadget saat berkendara dan lainnya.

"Beberapa masyarakat yang cenderung melalaikan penggunaan seat belt, padahal alat tersebut didesain untuk membantu mengurangi fatalitas, apabila terjadi kecelakaan ini jenis-jenis pelanggaran yang sering masih dihadapi di lapangan," ucapnya.

"Namun bukan berarti tanda kutip, perilaku lain seperti menerobos lampu merah kemudian berperilaku zigzag dan lain sebagainya atau kebut-kebutan di jalan tidak menjadi target kita," lanjutnya.

Firman pun menambahkan penindakan pelanggaran tidak hanya dilakukan dengan tilang manual atau elektronik (ETLE), tetapi petugas juga dapat melakukan imbauan atau peringatan.

"Metode penegakan hukum dilaksanakan baik secara elektronik melalui pantauan kamera CCTV yang tergelar di jalan menggunakan ETLE, tapi juga kami menggelar personil yang membawa secara mobile alat-alat teknologi, dengan kehadiran petugas di lapangan Ini juga dalam rangka mengedukasi, mengajak masyarakat untuk siap tidak melanggar lalu lintas demi keselamatan bersama," katanya.

Dalam rangka meningkatkan disiplin berlalu lintas, Firman mengajak masyarakat ikut berperan dalam pelaksanaan operasi zebra tersebut. Salah satunya dengan dengan menaati aturan berlalu lintas.

"Jadi keberadaan kami seluruh petugas dengan dibantu seluruh jajaran akan sangat efektif kalau ini juga mendapatkan dukungan kerjasama seluruh pihak yang ada karena lalu lintas adalah tempat kita bersosialisasi tempat kita melakukan kegiatan ekonomi dan yang paling penting kita ingin membentuk mengarah kepada satu budaya tertib kualitas sebagai cermin budaya dan masyarakat kita," pungkasnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT