Komisi X DPR Panggil Kemenpora hingga PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Komisi X DPR Panggil Kemenpora hingga PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 13:19 WIB
Konferensi pers Komisi X DPR (Firda-detikcom)
Foto: Konferensi pers Komisi X DPR (Firda-detikcom)
Jakarta -

Komisi X DPR menyampaikan dukacita terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan pihaknya bakal memanggil Kemenpora, Polri, PSSI, hingga perwakilan suporter terkait peristiwa itu.

"Komisi X DPR RI merupakan alat kelengkapan dewan yang antara lain membidangi olahraga. Oleh karena itu, terkait tragedi kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa lebih dari 130 orang dalam pertandingan Sepakbola BRI Liga 1 pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Komisi X DPR RI menyampaikan sikap dan pandangan, sebagai berikut," kata Huda mengawali konferensi pers di ruang rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Huda mengatakan Komisi X DPR menyesalkan peristiwa itu terjadi. Dia juga mendesak agar kompetisi sepak bola di Indonesia dihentikan sementara buntut tragedi Kanjuruhan.

"Komisi X DPR RI menyesalkan dan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas tragedi yang berlangsung pada pertandingan Sepakbola BRI Liga 1 pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang," kata dia.

"Komisi X DPR RI mendesak untuk menghentikan sementara Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 dan kompetisi sejenis lainnya sampai adanya perbaikan nyata terhadap tata kelola penyelenggaraan kejuaraan sepak bola," lanjutnya.

Huda mengatakan Komisi X juga bakal memanggil Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Polri, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, perwakilan suporter, dan Panitia Pelaksana (Panpel). Dia menyebut Komisi X bakal menggelar rapat dengan para pihak itu pada masa reses.

"Komisi X DPR RI akan segera melakukan rapat pada masa reses di Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 dengan para pihak, yaitu Kemenpora RI, Kepolisian RI, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Perwakilan Suporter, Panitia Pelaksana, dan Indosiar," ujar Wasekjen PKB itu.

Dia mengatakan investigasi harus dilakukan secara tuntas. Dia menyebut tim investigasi harus melibatkan berbagai unsur, termasuk perwakilan suporter.

"Tim investigasi antara lain terdiri dari pihak kepolisian, Kemenpora RI, Komnas HAM, PSI, perwakilan suporter dan perwakilan unsur masyarakat olahraga," katanya.

Huda meminta pemerintah segera menegakkan UU Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dia juga mendesak penyelenggara liga menjamin asuransi korban.

"Khususnya terkait penyelenggaraan kejuaraan dan suporter, dan mendesak untuk segera menerbitkan peraturan turunan dari UU tersebut," ujarnya.

"Komisi X DPR RI mendesak PT Liga Indonesia Baru untuk segera memberikan kepastian jaminan asuransi terhadap hak-hak korban tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjut dia.

(fca/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT