Cerita Surya Darmadi ke RS Dikawal Belasan Jaksa: Dokternya Takut

ADVERTISEMENT

Cerita Surya Darmadi ke RS Dikawal Belasan Jaksa: Dokternya Takut

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 13:19 WIB
Surya Darmadi menjalani sidang perdana Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (8/9/2022).
Surya Darmadi (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa Surya Darmadi diizinkan majelis hakim untuk berobat dan memeriksakan penyakit jantungnya. Surya bercerita saat tiba di rumah sakit, dokter sempat takut karena melihat dirinya dikawal 15 jaksa.

Mulanya, Surya berterima kasih kepada majelis hakim karena telah diizinkan berobat ke rumah sakit di luar rumah tahanan. Surya menyebut ada 15 jaksa yang mengawal dirinya saat pemeriksaan di rumah sakit.

"Izin majelis hakim Yang Mulia terima kasih, kasih saya izin waktu 27 ke RS Medistra, pada waktu itu kita berangkat dikawalin kejaksaan lebih kurang 15 orang, saya pakai baju rompi," kata Surya saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Raya, Jakpus, Senin (3/10/2022).

Saat diperiksa, Surya mengaku EKG-nya itu dalam status abnormal yang seharusnya ada penanganan lanjutan dari dokter. Namun saat itu, kata Surya, dokter dan suster yang menanganinya itu ketakutan karena melihat belasan jaksa mengawal proses pemeriksaan itu.

"Sampai di sana, saya sudah diperiksa EKG saya abnormal, mustinya setelah periksa saya abnormal ada lanjutannya, karena suster, dokter pada ketakutan Pak, karena dikawal banyak kenapa? Kalau saya di, saya pasti tidak dikasih pulang, jadi hanya dikasih EKG yang abnormal yang sangat serius," ungkap Surya.

Surya Izin Periksa Kesehatan

Sebelumnya, Surya Darmadi meminta izin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit di luar Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Surya Darmadi mengaku ingin memeriksa kondisi jantungnya.

"Kami juga seizin majelis, kami mengajukan permohonan kepada beliau ini, pemeriksaan medis, karena perlu kami informasikan sewaktu beliau diperiksa di kejaksaan juga pernah jantung, majelis, dan masuk ICU dan sekarang ni sudah waktu kami berkunjung ke rumah tahanan beliau, ini saya lihat lemah di dalam jantung," kata kuasa hukum Surya Darmadi, Juniver Girsang saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/9).

"Jadi kami usulkan majelis, seizin majelis kami memohon permohonan, mohon kiranya diberi pemeriksaan secara medis EKG nya majelis, kami khawatir kondisinya saat ini karena beliau ini sudah pemasangan ring 3 ya, secara resmi kami akan ajukan suratnya hari ini majelis," sambungnya.

Surya Didakwa Rp 86 T

Diketahui, pemilik PT Banyu Bening Utama, PT Palma Satu, PT Seberida Subur, dan PT Panca Agro Lestari itu didakwa membuat negara merugi senilai Rp 86,5 triliun. Jaksa mengatakan negara rugi akibat melakukan usaha perkebunan di Indragiri yang mengakibatkan kerusakan hutan.


"Terdakwa Surya Darmadi telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan H Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Indragiri Hulu Periode 1999-2008 memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan, Kamis (8/9).

Berikut ini daftar kerugian negara akibat Surya Darmadi:

1. Memperkaya Surya Darmadi Rp 7.593.068.204.327 dan USD 7.885.857,36 (atau bila dikurskan saat ini adalah Rp 117.460.633.962,94) yang totalnya berarti adalah Rp 7.710.528.838.289

2. Merugikan keuangan negara Rp 4.798.706.951.640 dan USD 7.885.857,36 (atau bila dikurskan saat ini adalah Rp 117.460.633.962,94) yang totalnya berarti adalah Rp 4.916.167.585.602

3. Merugikan perekonomian negara Rp 73.920.690.300.000

Bila semuanya dihitung maka totalnya adalah Rp 86.547.386.723.891.

Jumlah ini berbeda dari apa yang disampaikan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam konferensi pers bersama BPKP tanggal 30 Agustus 2022. Saat itu Jampidsus mengatakan jumlah kerugian keuangan negara adalah Rp 4,9 trilun dan kerugian perekonomian negara adalah Rp 99,2 triliun yang bila dijumlahkan adalah Rp 104,1 triliun.

(whn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT