Ketua MKD DPR: Wakil Rakyat Sering Terjerumus Kubangan Kepentingan

ADVERTISEMENT

Ketua MKD DPR: Wakil Rakyat Sering Terjerumus Kubangan Kepentingan

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 11:57 WIB
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Adang Daradjatun
Foto: Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Adang Daradjatun (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Adang Daradjatun membeberkan alasan seringkali wakil rakyat terlibat persoalan pidana hingga perdata. Dia menyebut para wakil rakyat sering terjerumus ke dalam kubangan kepentingan hingga sulit untuk mengelak.

"Di sisi lain, tidak semua figur wakil rakyat mampu memposisikan diri sebagai pejabat yang menyesuaikan kesehariannya dengan idealisme publik," papar Adang dalam sambutannya di acara 'Seminar Nasional Hak Imunitas Wakil Rakyat' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022).

Menurut Adang jabatan DPR maupun DPRD merupakan amanah dan kepercayaan dari rakyat. Meski demikian dalam prosesnya tak dipungkiri masih ada yang terjerumus dalam kepentingan.

"Sebagai jabatan yang diperoleh dalam ruang kontestasi politik yang cenderung dinamis dan pragmatis, wakil rakyat seringkali terjerumus dalam kubangan kepentingan yang melibatkannya sebagai subjek yang sulit untuk mengelak," kata Adang.

Hal itulah, menurut Adang, yang menjadi pemicu wakil rakyat bisa terjerumus dalam kasus pelanggaran.

"Oleh karena itu, sulit untuk menghindari kenyataan bahwa di berbagai kasus pelanggaran, baik yang mengandung unsur pidana maupun perdata, seringkali juga menyasar mereka yang sedang mengemban amanah sebagai Anggota DPR ataupun Anggota DPRD," sambungnya.

Adang mengatakan jika belum adanya antisipasi yang mumpuni berpotensi besar bagi anggota DPR atau DPRD untuk terlibat suatu pelanggaran. Ia berharap fungsi wakil rakyat bisa dipedomani sebagaimana mestinya.

"Pada gilirannya, wakil rakyat tidak ubahnya sebagai rakyat biasa serta manusia biasa. Bedanya, di pundak mereka tersemat jelas jabatan yang terkadang sulit untuk dipisahkan," ucap Adang.

"Jabatan Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten, Kota tidak hanya menegaskan bahwa mereka yang mendudukinya adalah wakil rakyat. Tapi juga menyisakan amanah dan kepercayaan rakyat untuk semata-mata menjalankan fungsi, tugas dan kewenangannya demi kepentingan rakyat," tandasnya.

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT