'Ayah Sejuta Anak' Merasa Tak Bersalah, KPAI: Tersangka Berkedok Pahlawan

ADVERTISEMENT

'Ayah Sejuta Anak' Merasa Tak Bersalah, KPAI: Tersangka Berkedok Pahlawan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 08:33 WIB
sosok suhendra ayah sejuta anak 1
Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' (Faisal/detikcom).
Jakarta -

Suhendra (32) 'Ayah Sejuta Anak' menyebut merasa tak bersalah meski ditetapkan sebagai tersangka penjualan bayi. KPAI menyebut bahwa tindakan Suhendra hanya berkedok pahlawan.

"Ini KPAI Soroti, perdagangan anak sudah gunakan kedok. Kedoknya itu menjadi pahlawan untuk orang yang mau melahirkan," kata Komisoner KPAI Ai Maryati Solihah, saat dihubungi, Minggu (2/10/2022).

Ada beberapa hal yang Ai tidak sepakat dengan pernyataan Suhendra soal niat untuk menolong. Jika ingin menolong, seharusnya dia melakukan sesuati yang legal.

"Kalau menolong atau tidak, coba verifikasi. Pertama, menjadikan rumah penampungan rekrut, mencari perempuan yang sulit. Kedua, dia memalsukan administrasi seolah-olah menjadi wali atau apapun yang turut membantu melahirkan. Dan anaknya tidak boleh bersama ibunya. Langsung dibawa ke yayasan, dan dia sampai mengumbar 65 anak yang sudah diberikan kepada orang lain secara adopsi," kata Ai Maryati.

Menurut Ai Maryati, tindakan yang dilakukan oleh Ayah Sejuta Anak itu perdagangan orang karena mendapat sejumlah uang. Menurutnya, setiap anak yang diadopsi dipatok Rp 15 juta.

"Perdagangan orang di mana? Ketika anak lahir, dan didistribusikan dengan beberapa imbalan. Sejumlah uang. Kalau ini adopsi, niat memberikan ke Panti Sosial, setelah itu, panti sosial melakukan langkah adopsi sesuai hukum, maka tidak lakukan pelanggaran," katanya.

"Ini tidak, dia ke panti sosial, kemudian di panti sosial diangkat oleh orang yang mau mengambil saat itu juga (tanpa proses legal), dan transaksi Rp 15 juta yang diterima," katanya.

Menurut KPAI, aturan adopsi telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Ada beberapa hal yang diatur, seperti persyaratan calon orang tua angkat.

"Keluarga harus berumah tangga. Secara ekonomi mampu dibuktikan dengan slip gaji. Kemudian, dia punya penghasilan swasta dan lain-lain. Kemudian agamanya harus diusahakan sama dengan orang tua (asli). Nggak bisa sembarangan," katanya.

Suhendra Merasa Tak Salah

Suhendra (32), yang dikenal sebagai 'Ayah Sejuta Anak' di Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengaku tak bersalah setelah ditetapkan jadi tersangka kasus perdagangan bayi. Hal tersebut disampaikan penyidik Polres Bogor.

"Dari keterangan langsung tersangka saudara SH kita mendapatkan keterangan bahwa tersangka sendiri mengaku tidak merasa bersalah dan tersangka beralibi membantu orang," kata Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana saat dimintai konfirmasi, Minggu (2/10/2022).

Desi menyebut Suhendra menawarkan adopsi bayi kepada orang tua asuh seharga Rp 15 juta. Uang tersebut dikatakan untuk biaya persalinan.

"Ya (untuk biaya persalinan). Anak yang sudah berhasil diadopsi 1 ke daerah Lampung dan yang 4 ada di Dinsos ya," kata Desi.

Awal mula kasus terbongkar. Simak di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT