Jaksa Terbaik Demi Sidang Kasus Sambo Tak Diusik

ADVERTISEMENT

Jaksa Terbaik Demi Sidang Kasus Sambo Tak Diusik

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 08:28 WIB
Pengertian Obstruction of Justice yang Jerat Sambo dkk di Kasus Brigadir J (Foto Ferdy Sambo saat rekonstruksi)
Ferdy Sambo (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) menyiapkan jaksa terbaik untuk menangani kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat yang diotaki oleh Ferdy Sambo. Permintaan itu disambut baik Kejagung dengan menurunkan jaksa pengalaman dan berintegritas.

Mahfud awalnya berbicara mengenai kasus Sambo saat konferensi pers rilis survei Indikator Politik secara daring, Minggu (2/10/2022). Dalam kesempatan itu, Mahfud ditanya mengenai harapannya usai berkas kasus Sambo dinyatakan lengkap atau P21.

"Harapan kita semua setelah (kasus) Pak Sambo rampung, tugas Polri menurut saya selesai, beralih. Oleh sebab itu, kita semua akan mengawal Kejagung," kata Mahfud.

Mahfud kemudian menceritakan dirinya sudah berkoordinasi dengan jaksa agung muda bidang tindak pidana umum (jampidum) Kejagung. Mahfud meminta agar dipilih jaksa terbaik dan dikarantina untuk menghindari teror.

"Kita sudah koordinasi dengan jampidum agar dipilih jaksa terbaik dan dikarantina agar tidak ada yang meneror, menghubungi dan sebagainya dan itu sudah dilakukan," ujar Mahfud.

Mahfud melanjutkan, kepercayaan terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit meningkat saat proses penanganan kasus Sambo. Menurutnya, hal ini lantaran Jenderal Sigit tegas saat mengambil langkah selama perkara Sambo.

"Dari perjalanan kasus ini kita sebenarnya bisa mengambil kesimpulan yang sejajar temuan Pak Burhan (Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi) tadi, kepercayaan terhadap Polri itu naik, tetapi berbeda kepercayaan terhadap institusi dan Kapolri. Kepercayaan terhadap Kapolri lebih tinggi daripada kepercayaan terhadap institusinya. Nah menurut saya ini benar karena bagaimanapun kasus Sambo itu bisa saja tersendat atau berbelok kalau Kapolri tidak tegas," kata dia.

"Jadi di sini Kapolri selalu menyesuaikan dengan aspirasi masyarakat misalnya bahwa skenarionya harus diubah dari tembak menembak menjadi pembunuhan, bahwa harus diautopsi ulang, itu Polri mengikuti terus tuh dan dilakukan. Termasuk aspirasi masyarakat agar misalnya Putri itu ditahan," imbuhnya.

Mantan Ketua MK ini berharap Kejagung dapat menjalankan proses hukum Sambo dengan baik karena menyangkut masalah kemanusiaan.

"Oleh sebab itu, kita harapan ini juga bisa terjadi di Kejaksaan Agung dan kita kawal karena ini menyangkut masalah kemanusiaan. Kalau korupsi barangkali masih bisa main-main dengan korupsi orang yang mengawasi itu, kalau ini mudah-mudahan semuanya tersentuh, ini masalah kemanusiaan," kata dia.

Simak halaman selanjutnya tanggapan dari Kejagung

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT