Kejagung: JPU Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

ADVERTISEMENT

Kejagung: JPU Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 14:46 WIB
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. Penggeledahan Kejagung di salah satu tempat yang di geledah
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana (Dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) berbicara mengenai penahanan tersangka Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Kejagung menyebut ada kemungkinan jaksa penuntut umum menahan Putri setelah proses tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menerangkan, penyerahan barang bukti dan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J sejatinya direncanakan pada Senin (3/10/2022) besok di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Para tersangka yang akan diserahkan dalam kasus pidana pembunuhan Brigadir J ini, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

"Apakah akan ada upaya penahanan juga, bahwa penuntut umum mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan sebagaimana penyidik, tidak harus sama, akan tetapi untuk mempermudah proses persidangan kemungkinan penuntut umum akan mengambil opsi untuk menggunakan kewenangan penahanan, kita lihat nanti pada hari Senin," kata Ketut Sumedana kepada wartawan seperti dikutip Minggu (2/10).

Ketut mengatakan penahanan pada dasarnya dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah tersangka saat kasusnya mulai disidangkan di meja hijau. Tak hanya itu, kata Ketut, penahanan juga dilakukan untuk menghindari penghilangan barang bukti serta melarikan diri.

"Biasanya penahanan dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah menghadirkan terdakwa dalam proses pemeriksaan di persidangan, di samping untuk menghindari menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi-saksi dan melarikan diri," ujarnya.

Diketahui, Polri bakal melaksanakan tahap kedua perkara tersangka Ferdy Sambo dan tersangka lainnya di kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat pekan depan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh tersangka di kasus ini akan ditampilkan ke publik.

"Ya memang prosedurnya seperti itu (para tersangka ditampilkan). Tentunya penyerahan tersangka dan barang bukti dari kepolisian diantar ke kejaksaan," kata Sigit di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10).

Sigit mengatakan pelimpahan tersangka serta barang bukti itu bakal dilakukan pada Senin (3/10) atau Rabu (5/10). Dia menyebut koordinasi Polri dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) berjalan lancar.

"Jadi tinggal kita tentukan sekali lagi untuk masalah waktu apakah hari Senin atau hari Rabu," ujarnya.

"Koordinasi dengan kejaksaan saya kira sudah berjalan beberapa waktu yang lalu. Semuanya lancar, tidak ada masalah," sambungnya.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri itu menegaskan proses penanganan kasus ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo. Sigit mengatakan hal tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk mengusut kasus secara tegas dan transparan.

"Saya kira beliau sudah pernah mengarahkan semuanya, sudah on the track, dan tentunya kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami Polri dari awal commit untuk memproses kasus ini secara tuntas secara tegas dan transparan. Saya kira publik bisa melihat perjalanan kasus yang ada," jelasnya.

Simak Video: Terpopuler Sepekan: Kondisi Lukas Enembe hingga Putri Candrawathi Ditahan

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT