Menko PMK: Tragedi Kanjuruhan Harus Ada yang Tanggung Jawab

ADVERTISEMENT

Menko PMK: Tragedi Kanjuruhan Harus Ada yang Tanggung Jawab

Antara News - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 16:06 WIB
Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi mengatakan tragedi maut Kanjuruhan segera diinvestigasi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Muhadjir mengatakan harus ada yang tanggung jawab dalam peristiwa yang menewaskan setidaknya 174 orang itu.

"Presiden juga memerintahkan untuk dilakukan investigasi. Secepat mungkin dan harus ada yang bertanggung jawab," kata Muhadjir seperti dilansir Antara, Minggu (2/10/2022).

Pemerintah menyesalkan peristiwa yang terjadi seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu. Dia juga mengatakan pemerintah akan memberikan santunan kepada para korban yang meninggal dunia ataupun yang saat ini masih menjalani perawatan.

"Presiden sudah meminta ke gubernur untuk koordinasikan dan termasuk Mensos untuk santunan," ujar Muhadjir.

Sesuai dengan arahan Jokowi, Muhadjir mengatakan kompetisi Liga 1 2022-2023 bakal dihentikan sementara untuk batas waktu yang belum ditentukan. Selain itu, pihaknya juga belum bisa mengambil kesimpulan siapa yang bertanggung jawab atas insiden itu.

"Untuk sementara pertandingan liga dihentikan. Berapa lama, dihentikan dulu. Belum tahu untuk siapa yang paling bertanggungjawab, masih (akan) diinvestigasi," ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke area lapangan.

Kerusuhan tersebut makin membesar setelah sejumlah flare termasuk benda-benda lainnya dilemparkan. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melepaskan tembakan gas air mata.

Penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjulukan Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Simak Video: FIFA Sudah Larang Gas Air Mata! Polri Tetap Gunakan, Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]



(knv/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT