Mahfud Md Ungkap Alasan Polisi Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Mahfud Md Ungkap Alasan Polisi Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 15:50 WIB
Menkopolhukam Mahfud Md
Menkopolhukam Mahfud Md (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan alasan polisi menggunakan gas air mata ke arah penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Mahfud menyebut penggunaan gas air mata untuk memukul mundur suporter karena ada yang nekat ke lapangan hingga mengejar pemain.

Diketahui, gas air mata tidak boleh digunakan untuk meredam massa di dalam pertandingan sepak bola seperti diatur dalam ketentuan FIFA pada Bab III dan Pasal 19 soal Steward di pinggir lapangan. Menurut Mahfud, penggunaan gas air mata pada pertandingan tersebut semata-mata karena penonton mengejar pemain sepakbola.

Mahfud mengatakan sekitar 2.000 orang turun untuk mengejar para pemain baik dari Arema FC maupun Persebaya. Oleh sebab itu, polisi menembakkan gas air mata agar situasi kembali kondusif.

"Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan," kata Mahfud dilansir CNN Indonesia, Minggu (2/10/2022).

Mahfud menyatakan tindakan aparat di Malang tersebut akan menjadi evaluasi ke depan. Ia juga berjanji bakal mencari tahu peristiwa di balik tragedi Kanjuruhan ini.

"Yang jangka panjang, kita evaluasi dalam peristiwa ini, sesungguhnya di balik ini ada apa," ujarnya.

Di sisi lain, Mahfud mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan korban dan kebutuhan lainnya akan ditanggung oleh pemerintah daerah Malang.

"Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk perawatan dan penyelesaian masalah korban akan ditanggung Pemda Kabupaten Malang," katanya.

Sebelumnya, terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 174 orang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan menggelar rapat bersama Menpora Zainudin Amali dan pemerintah Malang di Jawa Timur. Rapat itu membahas evaluasi tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 174 orang.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo meminta semua pihak untuk bersabar menunggu perkembangan tersebut, baik terkait penanganan maupun proses investigasinya.

"Hari ini Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat dan hasilnya akan dievaluasi terlebih dahulu tentunya akan disampaikan ke rekan-rekan media," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Simak Video: FIFA Sudah Larang Gas Air Mata! Polri Tetap Gunakan, Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]



(yld/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT