ADVERTISEMENT

Ahli Pidana UAI: Polri Patut Diapresiasi Telah Tahan Putri Candrawathi

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 11:06 WIB
Suparji Ahmad
Foto: Ahli hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Profesor Suparji Ahmad. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ahli hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Profesor Suparji Ahmad, mengatakan langkah penyidik Polri menahan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, patut diapresiasi. Langkah Polri, katanya, sejalan dengan harapan masyarakat.

"Patut diapresiasi yang dilakukan oleh penyidik di jajaran Polri. Artinya kan melakukan tindakan yang sesuai dengan harapan publik ya," kata Suparji kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Suparji menilai penahanan Putri Candrawathi, yang juga berstatus tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat, telah menepis dugaan sikap diskriminatif Polri. Suparji berpendapat proses hukum yang dilakukan tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bekerja secara cepat, tuntas dan transparan.

"Dan kemudian membantah adanya perlakuan yang berbeda, diskriminasi kan. Akhirnya sekarang sudah ditahan dan ini patut diapresiasi ya, dan ini tentunya adalah bagian dari upaya proses hukum secara cepat, tuntas transparan," jelas Suparji.

Dia bahkan menyebut penyidikan kasus Ferdy Sambo secara tuntas merupakan kemajuan yang signifikan dalam penegakan hukum di kepolisian. Seiring tuntasnya kasus Sambo di tahap penyidikan, Suparji Ahmad berharap Polri sesegera mungkin memberikan kejelasan atas isu liar yang berkembang di masyarakat.

"Jadi ini satu kemajuan yang cukup signifkan. Harapannya penahanan ini bisa menjawab tentang adanya keraguan akan ketegasan dari proses hukum ini," terang Suparji.

"Pada sisi yang lain kan juga berbagai hal yang masih menunjukkan spekulasi bagi hal yang belum pasti. Itu segera dibuktikan, segera dijawab dengan kejelasan data dan fakta," lanjut Suparji Ahmad.

Seperti diketahui, informasi mengenai adanya sejumlah oknum polisi yang terlibat konsorsium judi online atau 'konsorsium 303' masih belum jelas kebenarannya. Menyikapi isu ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menegaskan pihaknya membentuk tim gabungan dan melakukan pengusutan.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan Ferdy Sambo berada di pucuk konsorsium judi online. Informasi ini beredar dengan disertai diagram yang disebut menggambarkan aliran dana judi online dan nama-nama polisi-polisi yang membekingi.

Selain isu 'konsorsium 303', beredar juga informasi penggunaan jet pribadi atau private jet oleh mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan saat ke Jambi. Brigjen Hendra merupakan anak buah Ferdy Sambo saat kasus penembakan Brigair Yosua terjadi.

"Jangan sampai muncul rumor, spekulasi apalagi fitnah karena itu tidak sesuai dengan proses hukum. Dalam perspektif penegakan hukum, itu harus diperjelas, membuat semuanya menjadi terang benderang. Kalau tidak benar, buktikan. Di sisi yang lain juga jangan sampai itu dianggap benar, padahal tidak ada buktinya," tutup Suparji.

(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT