Dinkes DKI Klaim Penjenamaan Rumah Sehat Tak Langgar Regulasi

ADVERTISEMENT

Dinkes DKI Klaim Penjenamaan Rumah Sehat Tak Langgar Regulasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 13:12 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan mengubah 31 nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Salah satunya RSUD Tarakan ini.
Rumah Sehat untuk Jakarta (Rifkianto Nugroho).
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memastikan penjenamaan 31 RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta tidak melanggar regulasi apapaun. Widyastuti memastikan pihaknya telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada Kementerian Kesehatan RI sebelum melakukan penjenamaan.

"Kami tentunya sudah banyak berkomunikasi, berkoordinasi dengan berbagai disiplin ilmu, tentu juga kepada pembuat Undang-Undang. Tentu dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan, tidak ada satupun yang kita langgar dalam regulasi ini," kata Widyastuti dalam diskusi yang ditayangkan melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta seperti dilihat, Minggu (2/10/2022).

Widyastuti menyampaikan, sebelumnya 31 RSUD di Jakarta memiliki logo yang berbeda-beda. Melalui penjenamaan ini, pihaknya pun menyeragamkan logo 31 RSUD yang ada di Jakarta.

"Di DKI ada 31 RSUD, ini kita satukan, di-branding menjadi satu, yang awalnya logo masing-masing, semua punya visi masing-masing, kita jadikan satu, Rumah Sehat untuk Jakarta," jelasnya.

Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta meragukan kelanjutan penjenamaan 31 RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta usai Anies Baswedan tak lagi menjabat gubernur. Merespon hal ini, Widyastuti menekankan prinsipnya penjenamaan ini bertujuan memperluas cakupan layanan masyarakat.

Widyastuti memandang semangat menggencarkan kegiatan promotif sekaligus preventif di rumah sakit itu sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Di mana, kata dia, rumah sakit yang sebelumnya hanya didatangi orang sakit kini juga didatangi ketika sehat.

"Kami tentang kegiatan promotif preventif di RS itu masuk dalam Inpres 1 2022. Jadi satu sinergi dengan tim pusat, artinya semangat memperluas customer, bukan customer bahasanya, kita perluas yang tadinya hanya untuk orang sakit jadi luas," kata Widyastuti di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/9).

Selain itu, Widyastuti memastikan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai penjenamaan ini. Saat ini, pihaknya tengah menggencarkan pemahaman di masyarakat.

"Pada saat melakukan itu (penjenamaan) kita udah komunikasi dengan pusat," jelasnya.

Widyastuti tidak memerinci besaran anggaran untuk branding Rumah Sehat untuk Jakarta. Prinsipnya, dia menyebut anggaran itu masuk anggaran pemeliharaan sarana prasarana di masing-masing rumah sakit.

"Itu bagian dari maintenance dan kegiatan rutin yang ada di rumah sakit," jelasnya.

(taa/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT