PKS Bela Anies yang Diberi Julukan 'Bapak Perubahan Nama' oleh PDIP

ADVERTISEMENT

PKS Bela Anies yang Diberi Julukan 'Bapak Perubahan Nama' oleh PDIP

Indra Komara - detikNews
Senin, 22 Agu 2022 16:59 WIB
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono memberi julukan ke Gubernur Anies Baswedan sebagai 'Bapak Perubahan Nama'. PKS membela Anies.

Julukan 'Bapak Perubahan Nama' dari PDIP karena kebijakan Anies selama lima tahun memimpin dinilai tidak spektakuler. Anies dinilai hanya membuat istilah atau perubahan nama yang menimbulkan perdebatan.

"Silakan saja jika ada pihak tertentu yang menganggap bahwa Pak Anies adalah gubernur perubahan. Nyatanya memang Pak gubernur telah bekerja dengan baik. Dan kinerjanya sangat baik," kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani, kepada wartawan, Senin (22/8/2022).

Yani kemudian mencontohkan kinerja Anies. Dia menyebut perubahan Kampung Akuarium menjadi percontohan model dunia.

"Sebagai contoh misalnya Kampung Akuarium yang tadinya kumuh telah diubah menjadi Kampung Akuarium yang bersih, sangat bagus, dan indah, bahkan kini menjadi contoh bagi daerah lain bahkan menjadi model dunia. Tengok juga pembangunan JIS dan Taman Ismail Marzuki yang telah menjadi kebanggaan bagi warga Jakarta," paparnya.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Fraksi PKS M Taufik Zoelkifli mengatakan perubahan nama yang dilakukan Anies memiliki tujuan. Taufik pun menganggap kepemimpinan Anies di Jakarta banyak yang telah dicapai.

"Perubahan nama pada beberapa hal (jalan, RS, dan lain-lain) hanya sedikit dan semua punya tujuan. Yang jelas, banyak banget kok yang sudah dicapai oleh Pak Anies 5 tahun terakhir ini di Jakarta," paparnya.

Sebelumnya, Gembong turut mengkritik program-program Anies. Gembong menyoroti program rumah DP Rp 0 hingga banjir.

"Kan jauh dari 350 ribu, kemarin diresmikan 7.200 unit. Kan jauh, kenapa jauh? Karena selama ini tidak dikerjakan, kenapa tidak dikerjakan? Karena Anies fokus pada Dp 0 persen. Persoalannya di situ," kata Gembong.

Gembong menilai Pemprov DKI tidak menjalankan normalisasi dan naturalisasi. Dia menilai Pj Gubernur DKI nanti harus fokus pada program yang dicanangkan oleh Anies.

"Pj (gubernur) bebannya akan lebih berat. Kenapa? Karena mereka harus mewujudkan harapan warga Jakarta, walaupun sekali lagi harapan yang dulu ditumpukan kepada gubernur hasil pilkada 2017, beban itu melekat pada Pj, dia punya kewajiban mengejar ketertinggalan itu," paparnya.

Penjelasan soal Branding Rumah Sehat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan sejumlah pertimbangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah nama 31 RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Pemprov menyebut nama Rumah Sehat untuk Jakarta telah lama disiapkan.

"Terkait penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta sudah cukup lama disiapkan," kata Wakadinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Ani menjelaskan beberapa pertimbangan Anies menggunakan nama Rumah Sehat untuk Jakarta salah satunya untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap rumah sakit.

"Ada beberapa pertimbangan dalam penjenamaan rumah sehat untuk Jakarta yaitu merubah pola pikir masyarakat, bahwa datang ke rumah sakit bukan hanya ketika sakit tetapi juga untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatannya," jelas Ani.

Ani menyebut Rumah Sehat untuk Jakarta mengembangkan konsep layanan promotif dan preventif. Hal itu merupakan salah satu bagian dari pelayanan rumah sakit.

"Untuk itu, Rumah Sehat untuk Jakarta mengembangkan konsep layanan promotif preventif sebagai bagian dari layanan rumah sakit yang paripurna dan berkesinambungan," ujarnya.

Simak Video 'Doa Anies untuk PKS di Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT