Dinkes Respons Keraguan DPRD DKI soal Kelanjutan Istilah Rumah Sehat

ADVERTISEMENT

Dinkes Respons Keraguan DPRD DKI soal Kelanjutan Istilah Rumah Sehat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 19:06 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan mengubah 31 nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Salah satunya RSUD Tarakan ini.
Rumah Sehat untuk Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta meragukan kelanjutan penjenamaan 31 RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta usai Anies Baswedan tak lagi menjabat gubernur. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menekankan prinsipnya penjenamaan ini bertujuan memperluas cakupan layanan masyarakat.

Widyastuti memandang semangat menggencarkan kegiatan promotif sekaligus preventif di rumah sakit itu sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Di mana, kata dia, rumah sakit yang sebelumnya hanya didatangi orang sakit kini juga didatangi ketika sehat.

"Kami tentang kegiatan promotif preventif di RS itu masuk dalam Inpres 1 2022. Jadi satu sinergi dengan tim pusat, artinya semangat memperluas customer, bukan customer bahasanya, kita perluas yang tadinya hanya untuk orang sakit jadi luas," kata Widyastuti di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022).

Selain itu, Widyastuti memastikan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai penjenamaan ini. Saat ini, pihaknya tengah menggencarkan pemahaman di masyarakat.

"Pada saat melakukan itu (penjenamaan) kita udah komunikasi dengan pusat," jelasnya.

Widyastuti tidak memerinci besaran anggaran untuk branding Rumah Sehat untuk Jakarta. Prinsipnya, dia menyebut anggaran itu masuk anggaran pemeliharaan sarana prasarana di masing-masing rumah sakit.

"Itu bagian dari maintenance dan kegiatan rutin yang ada di rumah sakit," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD mencecar Dinkes DKI soal kelanjutan penjenamaan 31 RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta usai berganti gubernur saat rapat bersama.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak menyatakan sejak awal penjenamaan ini digulirkan telah menuai polemik di tengah masyarakat. Padahal, kata dia, banyak persoalan layanan kesehatan yang lebih mendesak untuk diselesaikan.

"Apa sih yang penting bagi Dinkes? Persoalan pelayanan. Itulah yang jadi gugatan dari wong cilik, kaum duafa selama ini. Apa sih prinsip-prinsip pelayanan publik baik itu? Mudah diakses, terbuka, sederhana, tidak berbelit-belit dan sebagainya," kata Johnny di Ruang Rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/9).

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Simak Video: Landasan Rumah Sakit di Jakarta Diganti Rumah Sehat

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT