Menpora-Kapolri Siang Ini Terbang ke Malang Usai Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Menpora-Kapolri Siang Ini Terbang ke Malang Usai Tragedi Kanjuruhan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 13:06 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan keterangan pers menjelang pertandingan terakhir Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2022). Menpora Zainudin Amali mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Liga 1 2021/2022 pada masa pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Menpora Zainudin Amali (Antara Foto/Fikri Yusuf)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan tragedi kerusuhan yang menewaskan 130 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, sangat memilukan. Dia pun meminta pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kita jadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga yang memilukan kita semua dan harus menjadi yang terakhir. Kepada mereka yang harus bertanggung jawab tentu harus bisa mempertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku (aturan FIFA, aturan PSSI & aturan-aturan lainnya yang berlaku di negara ini)," kata Zainudin melalui keterangan pers tertulis, Minggu (2/10/2022).

Zainudin menyampaikan Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk segera menginvestigasi serius dan mengusut tuntas tragedi kerusuhan ini. Berangkat dari itulah, dia pun segera berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum Mochamad Iriawan (Iwan Bule) untuk melakukan penanganan secara cepat dan menyeluruh.

"Bapak Presiden telah memberikan arahan melalui mensesneg kepada menpora & kapolri untuk segera menginvestigasi secara serius kejadian ini dan mengusut tuntas apa yang menjadi penyebab terjadinya kerusuhan ini. Selanjutnya, Bapak Presiden memberi arahan untuk segera ke Malang dan melihat kondisi korban yang sedang dirawat di rumah sakit serta bertakziah kepada keluarga korban yang meninggal," ujarnya.

"Menindaklanjuti arahan tersebut, saya segera berkoordinasi dengan kapolri & ketum PSSI untuk segera mengambil langkah penanganan secara cepat & tepat. Saya berharap kita harus mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola (baik kompetisi maupun turnamen) agar tragedi Kanjuruhan ini tidak terulang lagi di masa depan," sambungnya.

Zainudin, Sigit, dan Iwan Bule segera berangkat ke Malang. Zainudin akan segera menginformasikan perkembangan selanjutnya setelah tiba nanti.

"Setelah saya & kapolri serta ketum PSSI tiba di Malang akan segera menginformasikan perkembangan berikutnya," ungkapnya.

Mahfud Sebut Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrok AntarSuporter

Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan tragedi Kanjuruhan Malang bukan disebabkan bentrok antarsuporter. Korban meninggal dunia karena desak-desakan dan terinjak.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema. Sebab, pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton," kata Mahfud dalam akun Instagramnya seperti dilihat detikcom, Minggu (2/10). Ejaan di tulisan Mahfud sudah disesuaikan.

Mahfud mengatakan suporter yang berada di lapangan hanya dari Arema. Dia menyatakan tak ada korban penganiayaan suporter.

"Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling impit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan pertandingan sepakbola di Indonesia. Dia mengatakan sepakbola kerap memancing suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Usul Polisi Ditolak

Mahfud juga mengungkap aparat sebelumnya sudah mengusulkan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang agar dilaksanakan sore. Jumlah penonton pun diminta disesuaikan.

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang," kata Mahfud.

Simak Video: PSSI Bicara soal Tragedi Stadion Kanjuruhan

[Gambas:Video 20detik]

(whn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT