Di Kantor PP, Kapolri Ingatkan Bahaya Politik Identitas Pemilu 2024

ADVERTISEMENT

Di Kantor PP, Kapolri Ingatkan Bahaya Politik Identitas Pemilu 2024

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 17:38 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (Mulia/detikcom)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (Mulia/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila di Menteng, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Sigit mengingatkan soal politik identitas yang dapat memicu perpecahan dalam Pemilu 2024.

Wanti-wanti Listyo ini mengacu pada dinamika yang terjadi pada saat Pemilu 2019. Listyo meminta persoalan politik identitas bisa ditinggalkan dalam pesta demokrasi di Indonesia.

"Jadi ini kesempatan saya juga untuk mengingatkan, mohon maaf ada Pak Anies, ada rekan-rekan yang sebentar lagi kita masuk di dalam tahun politik. Tahun 2019 kita sudah merasakan bagaimana saat itu kita asyik, terlarut, dengan kondisi pemenangan terhadap calon masing-masing, sehingga kemudian kita menggunakan cara-cara yang kemudian kita rasakan ini sampai saat ini menjadi salah satu sumber perpecahan, memanfaatkan, menggunakan politik-politik identitas," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya di Kantor MPN Pemuda Pancasila, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

Dalam sambutannya itu Sigit juga berseloroh dengan menyebut adanya calon presiden yang berada dalam acara tersebut. Candaan Kapolri itu pun disambut gelak tawa oleh para hadirin.

"Jadi kesempatan ini saya tentunya mengingatkan, di tahun 2024 ini, para pemimpin calon, pemimpin nasional dari masing-masing partai, ada yang calon presiden, mumpung saya bisa ngomong, Pak. Kalau besok kan... (hadirin tertawa)," ujarnya.

Listyo mengatakan para pemimpin harus menyampaikan politik yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Dia menuturkan hal itu untuk menghindari polarisasi dan perpecahan menghadapi tahun politik mendatang.

"Saya hanya ingatkan bahwa yang namanya persatuan dan kesatuan kita adalah sila ketiga dari Pancasila. Jadi ketika kita bicara politik bangsa maka politik yang harus kita sampaikan kepada masyarakat adalah politik dan ideologi Pancasila. Jadi itu yang saya pesankan. Sehingga apa? Dengan demikian, kita bisa menghindari perpecahan, kita bisa menghindari terjadinya polarisasi karena ke depan yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan," tuturnya.

Dia juga mengucapkan rasa terima kasih karena diundang dalam acara peresmian kantor MPN Pemuda Pancasila tersebut. Listyo menyebut Pancasila berarti berasal dari berbagai latar belakang yang telah disatukan.

"Bagi kami tadi kami melihat sepintas bagaimana perjalanan dari Pemuda Pancasila, jadi di situ tentunya bagi saya ini suatu keterpanggilan mana kala kita sudah bicara Pancasila kita boleh berangkat dari mana saja. Tadi disampaikan kita berangkat dari bawah, kita berangkat dari tukang becak, ada juga yang jadi pengusaha, ada juga yang jadi menteri, ada yang juga menjadi pemimpin nasional. Tapi kalau kita sudah bicara Pancasila walaupun kita berbeda-beda tapi kita tetap satu dan satu di dalam ideologi Pancasila," tambahnya.

Simak juga 'AHY: Demokrat Jangan Sampai Ikut Terjebak Politik Identitas':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/ygs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT