Ombudsman: Kami Apresiasi Kapolri Mau Serius Bongkar Kejahatan di Internal

ADVERTISEMENT

Ombudsman: Kami Apresiasi Kapolri Mau Serius Bongkar Kejahatan di Internal

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 19:21 WIB
Petugas memasang spanduk raksasa di gedung Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Jakarta, Kamis (9/3/2017). Spanduk tersebut berisi ajakan untuk aktif mengawasi kinerja lembaga layanan publik. Spanduk itu bertuliskan Awasi, Tegur, Laporkan.
Foto ilustrasi: Ombudsman RI (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berkomitmen mengusut isu pelanggaran-pelanggaran di internal terkait Ferdy Sambo. Ombudsman berharap komitmen tersebut memulihkan kepercayaan publik terhadap Polri.

"Kita apresiasi Kapolri kalau memang mau sungguh-sungguh membongkar tindakan pelanggaran etik maupun kejahatan dalam tubuh Polri, baik itu berkaitan dengan 'konsorsium 303' maupun penggunaan jet pribadi oleh Brigjen Hendra Kurniawan," ungkap anggota Ombudsman Johanes Widijantoro kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Ombudsman mengatakan isu-isu yang beredar liar di masyarakat imbas kasus Ferdy Sambo menjadi pertaruhan citra Polri. Dia berharap seluruh anggota Polri mendukung komitmen Sigit.

"Kami mendorong Propam profesional, transparan agar kepercayaan publik terhadap mereka pulih, ini satu pertaruhan. Kalau Kapolri sudah seperti itu (memerintahkan pengusutan terkait isu pelanggaran oleh oknum) sudah semestinya yang ada di tubuh Polri mendukung," kata Johanes.

"Tinggal kita lihat seberapa seriusnya upaya untuk betul-betul membenahi dan membersihkan Polri," imbuh dia.

Terkait penahanan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang hari ini diumumkan Sigit, Johanes menilai keputusan ini terkesan lambat. Namun dia berpendapat Polri memiliki pertimbangan sendiri terkait kondisi kesehatan Putri Candrawathi.

"Terkait penahanan PC, sejatinya ini tindakan yang agak terlambat dari kepolisian karena terkesan (di masyarakat) Polri diskriminatif. Sebenarnya kasus yang disangkakan kalau berkaitan dengan pembunuhan berencana tentunya sudah seharusnya tersangka ditahan. Kalau toh baru sekarang, saya membacanya kondisi kesehatan," jelas Johanes.

Ajak Publik Bersama-sama Kawal Sidang Sambo cs

Johanes menuturkan 'bola panas' kasus yang didalangi Ferdy Sambo akan segera beralih ke kejaksaan dan pengadilan. Dia berharap dua lembaga hukum itu menunjukkan profesionalitas mereka.

"Berkaitan dengan 'bola' ada di kejaksaan dan pengadilan, saya pikir saatnya kita berharap dan sekaligus mendorong kejaksaan dan pengadilan profesional. Untuk betul-betul menegakkan hukum, apalagi dalam hal ini FS sudah bukan anggota kepolisian lagi," ujar Johanes.

Dia berharap proses peradilan kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, dan kasus merintangi penyidikan kematian Brigadir J tak diskriminatif.

"Tentunya tidak boleh ada lagi diskriminasi dalam konteks peradilan hukum kita. Maka tentu semua pihak baik itu Komisi Kejaksaan, Komisi Yudisial, dan semua pihak yang concern pada kasus ini saya berharap untuk bersama-sama mengikuti, memantau dan mengawasi supaya proses peradilan betul-betul dapat menghasilkan suatu keadilan," pungkas Johanes.

Anggota Ombudsman RI, Johanes WidijantoroFoto: Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro (Dok. Ombudsman RI)

Simak video 'Kapolri: Hasil Lie Detector Sambo dan Putri Akan Dibuka di Persidangan':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT