Warga Protes Perbaikan Jalan Longsor di Bekasi Tak Kunjung Selesai

ADVERTISEMENT

Warga Protes Perbaikan Jalan Longsor di Bekasi Tak Kunjung Selesai

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 17:23 WIB
Jalan Pangkalan 1A, Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar ditutup imbas jalan ambles akibat longsor. Warga sebut longsor terjadi sejak 2020. (Wildan N/detikcom)
Foto: Jalan Pangkalan 1A, Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar ditutup imbas jalan ambles akibat longsor. Warga sebut longsor terjadi sejak 2020. (Wildan N/detikcom)
Bekasi -

Warga protes perbaikan Jalan Pangkalan 1A, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat yang longsor tidak kunjung selesai. Warga meminta jalan itu segera dibenahi.

"Setiap hari saya lewat sini buat kerja. Makanya saya protes buat cepat-cepat dibenahi. Soalnya kan ini udah lama juga," kata salah seorang warga bernama Rusdi (39) saat ditemui di lokasi, Jumat (30/9/2022).

Rusdi mengatakan proses perbaikan yang tak kunjung selesai dinilai membahayakan bukan hanya bagi pengguna jalan. Tapi juga masyarakat yang tinggal berhadapan dengan jalan yang ambles itu.

"Soalnya kan bahaya juga ke warga yang rumahnya berdempetan, sama pengguna jalan juga. Sekarang kan belum ada korban jiwa, semoga gak ada. Tapi kalau nggak dibenahi gimana? Takut juga kalau sampai ada korban," ujarnya.

Penuturan serupa diungkapkan, Margana (41) yang rumahnya tepat di samping jalan yang amblas. Margana menyebut, sebelumnya warga setempat tidak mengetahui ada jurang di samping jalan yang ambles.

Hal tersebut tidak diketahui karena sepanjang jalan yang amblas sebelumnya tertutup tembok. Namun ketika longsor pertama kali terjadi pada tahun 2020, menyebabkan tembok roboh dan sebagian jalan terkikis sehingga memperlihatkan jurang yang cukup tinggi.

"Kita memang sebelumnya nggak tahu dalam nya apa, setelah ambles kemarin baru ketahuan ternyata disini jurang. Sebelumnya nggak tahu kirain pepohonan biasa, karena kan ditutupi tembok. Yang tahu mungkin yang punya tanah sama yang punya pabrik," ujarnya.

Alih-alih diperbaiki, pemilik tanah justru hanya mengganti tembok dengan seng. Selain itu, pemerintah setempat juga hanya menandai bagian jalan yang terkikis dengan portal.

"Makanya pihak pabrik buru-buru ditutup pakai seng sementara biar orang nggak takut kalau lewat. Dulu belum ambruk banget, masih gerusan sedikit, jalannya secuil udah hilang. Makanya ditutup sama Dishub dikasih portal tanda kalau jalan itu ada lobang," kata dia.

Margana menyebut hal tersebut sangat membahayakan masyarakat yang berada di lokasi. Terlebih longsor yang terjadi saat ini kian membesar. Dia mengatakan sudah meminta jalan diperbaiki. Namun hingga kini prosesnya masih belum selesai.

"Kalau bahaya pasti bahaya. Warga sini kan udah pada ngomong sama RT RW setempat, mereka pengajuan ke dinas, setelah itu katanya dananya belum turun, tapi kita mau apa. Setelah dananya turun baru dua minggu ke belakang berjalan," kata dia.

Margana juga meminta pemerintah setempat untuk segera membenahi lokasi. Selain itu, perlu dilakukan penutupan jalan untuk kendaraan roda empat selama proyek pembenahan dilakukan.

"Ini kan demi kenyamanan masyarakat yang lewat juga, harus ditutup lah. Kalau nggak ditutup kan selama pengerjaan proyek jalannya hancur jadi nggak bisa lewat. Karena untuk proses pembangunan lebih bagus kalau untuk mobil gede ditutup saja tapi kalau untuk motor pribadi aktivitas warga jangan sampai ditutup," tutupnya.

Lihat juga video 'Longsor Tutup Jalan di Parepare Sulsel, 4 Rumah Terdampak':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT