KPK Sebut Lukas Enembe Ngaku Syok-Stres Dijadikan Tersangka, Minta Waktu

ADVERTISEMENT

KPK Sebut Lukas Enembe Ngaku Syok-Stres Dijadikan Tersangka, Minta Waktu

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 13:32 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe (Wilpret-detik)
Foto: Gubernur Papua Lukas Enembe (Wilpret-detik)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, melalui pengacara, terkait pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi. Lukas disebut meminta waktu karena saat ini masih syok dan stres usai ditetapkan sebagai tersangka.

"Intinya beliau masih minta waktu karena syok, stres dengan penetapan status tersangka. Memang ada sakit sebelumnya, tapi sakitnya itu separah apa yang mengakibatkan tidak hadir, itu perlu diperiksa," kata Nurul kepada wartawan di Serang, Jumat (30/9/2022).

Ghufron menuturkan pemeriksaan Lukas rencananya dilakukan di Mako Sat Brimob Papua. Ghufron menyampaikan dalam dugaan korupsi ini hanya Lukas yang selalu tak hadir.

"Kita minjam fasilitas pemeriksaan di Mako Brimob Papua, kita memanggil banyak orang, bukan pak Lukas saja, tapi yang tidak hadir pak Lukas saja," ujarnya.

Ghufron menjelaskan saat dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka Senin (26/9), Lukas malah mengutus juru bicara. Ghufron menyebut bahkan Lukas meminta izin cekalnya ke luar negeri dicabut dengan alasan mau berobat.

"KPK sampaikan itu akan diberikan kalau secara objektif kami bisa memeriksanya. Supaya objektif, KPK tentu tidak hanya menggunakan dokter KPK tapi kerja sama dengan IDI, baik mau diperiksa IDI Jakarta boleh, mau IDI di Papua juga silahkan," tutur dia.

KPK mengingatkan Lukas agar taat hukum. KPK menegaskan pihaknya menggunakan asas praduga tidak bersalah dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

"Sudah kami sampaikan, kalau hadir tentu pertanyaan pertama apakah sehat. Tidak sehat, tentu kami tidak lanjutkan," jelas dia.

"Pernyatan tidak sehat itu harus dibuktikan, standar pemeriksaan, standar prosedur dan taat hukum dan menghormati hak asasi manusia. Salah satunya kalau sakit, kami tidak periksa. Tapi kesakitan itu harus dibuktikan," pungkas dia.

Simak juga 'Paulus Waterpauw Polisikan Pengacara Lukas Enembe!':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT