BP2MI Gerebek Penampungan PMI Ilegal di Bekasi, 161 Emak-emak Diamankan

ADVERTISEMENT

BP2MI Gerebek Penampungan PMI Ilegal di Bekasi, 161 Emak-emak Diamankan

Wildan Noviansyah - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 12:46 WIB
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani berserta staf memberikan pemaparan Penanganan Kepulangan PMI Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H di Kantor BP2MI Jakarta, Selasa (26/4/2022). Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memperkirakan 12.134 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri yang akan kembali ke tanah air jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Bekasi -

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan penggerebekan penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi. Total sebanyak 161 emak-emak diamankan.

"Alhamdulillah disupport Polri. Ketika saya datang ke lokasi dengan tim, ditemukan total 161 ibu-ibu. Mereka ditempatkan di tiga blok di tempat tersebut," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat dihubungi detikcom, Jumat (30/9/2022).

Benny mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari NGO terkait hal tersebut. Demi mencegah bocornya informasi, pihaknya segera melakukan penggerebekan ke TKP dibantu petugas kepolisian.

"Atas laporan itu kami melakukan penggerebekan, demi mencegah kebocoran info, saya langsung bergerak dengan tim yang juga kami koordinasi dengan Polda Metro dalam hal ini juga Polres Metro Bekasi Kota," ujarnya.

Setelah dilakukan penggerebekan ditemukan sebanyak 161 emak-emak dengan rentang usia 45 hingga 50 tahun. Mereka berasal dari berbagai daerah mulai dari Lampung, NTB, Jawa I, Jawa Timur hingga Banten. Rencananya mereka bakal diberangkatkan ke Arab Saudi.

"Mereka akan diberangkatkan ke Timur Tengah Arab Saudi, sebagai pekerja rumah tangga. Mereka dari NTB, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten," ujarnya.

Benny mengatakan, penggerebekan tersebut merupakan penggerebekan terbesar yang pernah dilakukan. Rencananya para migran ilegal akan segera dipulangkan ke tempat asalnya.

"Dari yang kita temukan, ini sudah yang ke sekalian kali kita menggerebek, ini jumlah yang terbesar. Selama ini, kita di bawah 100 sekarang ada di angka 161 orang," kata dia.

"Karena kita bukan penegak hukum, tugas kita adalah menyelematkan dulu mereka, kemudian kita kumpulan keterangan dari mereka. Kita juga akan pulangkan kembali mereka," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap sindikat yang diduga berasal dari dalam dan luar negeri.

"Proses hukum diserahkan ke polisi. Kapolda concern dan serius terkait tindak pidana perdagangan orang. Proses hukum jadi diserahkan ke polisi," tutur Benny.

Simak juga 'Saat Ratusan Pekerja Migran Indonesia Ilegal Diamankan di Sumut':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT