Akhir Damai Istri Ojol dan Mahasiswi yang Dituduh Pelakor

ADVERTISEMENT

Akhir Damai Istri Ojol dan Mahasiswi yang Dituduh Pelakor

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 06:31 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Jakarta -

Seorang mahasiswi inisial A (22) dituding menjadi perebut laki orang (pelakor) hingga dianiaya. A dituding merebut suami terlapor yang merupakan driver ojek online (ojol).

Kasus ini sempat dibawa oleh korban ke pihak kepolisian. Namun mahasiswi tersebut akhirnya memilih damai setelah mengetahui kondisi terlapor.

Peristiwa yang terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/9) lalu itu sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, kedua wanita saling menarik baju dan jambak-jambakan.

Seorang laki-laki yang merupakan driver ojol berusaha melerai pertengkaran tersebut. Setelah bisa dipisahkan, pertengkaran itu kembali terjadi.

"Seorang wanita penumpang ojek online dianiaya oleh istri pengemudi ojol diduga dianggap berselingkuh dengan suaminya," demikian narasi yang menyertai video tersebut.

Istri Ojol Dilaporkan ke Polisi

Atas kejadian tersebut, mahasiswi A kemudian lapor polisi. Kasus itu kemudian ditangani Polsek Pesanggrahan.

"Benar. Polsek yang tangani," tutur Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan, saat dihubungi, Rabu (21/9/2022).

Pengakuan Mahasiswi Dituding Pelakor

A kemudian buka suara. Ia mengungkapkan duduk perkara dia dituding pelakor hingga dijambak istri driver ojol.

Ini bermula ketika A, pada Sabtu (17/9) lalu memesan ojek online untuk menuju indekos. Sebelum naik motor, korban melihat driver ojol yang dipesannya tengah melakukan video call dengan seorang wanita.

"Dia (driver ojol) bilang ke orang yang di video call kalau dia mau narik dulu," tutur A ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/9/2022).

Korban pun sampai di kosannya. Lalu, 30 menit kemudian, ia mendengar teriakan wanita dari arah luar kosan.

"Saya mutusin turun ke bawah (kosan), lihat driver-nya yang tadi sama istrinya. Saya tanya 'kenapa?' ke bapaknya. Bapaknya bilang 'istrinya memang cemburuan'," tuturnya.

Korban mengatakan bahwa dia hanya penumpang ojek. Korban sama sekali tidak chat ataupun telepon driver ojek tersebut setelah orderan.

"Tapi (pelaku) masih teriak-teriak ngatain saya pelakor lah, meluk-meluk suami orang lah, nggak tahu diri lah, macam-macam. Akhirnya saya kesel, (saya bilang) ibu mulutnya yang sopan segala macem, nggak punya bukti apa-apa tapi nuduh gitu," kata korban.

Baca di halaman selanjutnya: terjadi jambak-jambakan....

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT