Korupsi Dana Bansos, Eks Kabid Dinsos Lebak Belum Jadi Tersangka

ADVERTISEMENT

Korupsi Dana Bansos, Eks Kabid Dinsos Lebak Belum Jadi Tersangka

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 20:09 WIB
poster
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Lebak -

Mantan Kepala Bidang Dinas Sosial Lebak, Banten, berinisial ET belum ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi. Padahal kasusnya mencuat sejak akhir 2021.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor) Polres Lebak Ipda Putu Ari Sanjaya mengatakan ET belum bisa ditetapkan sebagai tersangka karena ada laporan yang belum lengkap. Laporan itu berupa audit BPK tentang perhitungan kerugian negara (PKN).

"Kami belum bisa menetapkan sebagai tersangka karena belum ada laporan audit kerugian negara," kata Ari kepada detikcom, Kamis, (29/9/2022).

Ari menjelaskan, ET tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi pada dana bantuan untuk korban kebakaran pada Februari-Maret 2021. ET, yang saat itu menjabat Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Jaminan sosial (PFM Linjamsos), diduga menilap dana bansos di tiga kecamatan.

Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cikulur, dan Kecamatan Curugbitung. Diduga dana bantuan yang ditilapnya bernilai Rp 341 juta.

"Kami sudah melayangkan permohonan mengaudit kerugian negara, karena itu kan bukan ranah kami. Tapi sampai sekarang laporan yang kami minta belum juga didapatkan," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa puluhan orang saksi untuk kasus ini. "Yang sudah diperiksa kurang lebih puluhan orang saksi. Dari pihak dinas dan pihak penerima (korban)," jelasnya.

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, Humas BPK Banten Dheny S mengatakan pihaknya masih melakukan perhitungan kerugian negara (PKN) yang diminta oleh Polres Lebak. Perhitungan ini belum selesai lantaran dianggap ada dokumen yang belum lengkap.

"PKN tidak bisa sembarangan, jadi datanya harus lengkap. Dalam hal ini, kami pasif menunggu data dari temen-temen APH (aparat penegak hukum). Kalau datanya sudah cukup dan lengkap, kami bisa cepat menyelesaikan PKN-nya. Kalau ada data yang dianggap belum lengkap ya mohon dilengkapi dulu," kata Dheny.

"Masih dalam proses dalam artian mungkin ada kekurangan data, jadi kedua pihak, baik Polres dan BPK," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Lebak sudah memberikan sanksi tegas terhadap ET, oknum ASN yang nekat menilap dana bantuan untuk korban kebakaran senilai Rp 341 juta. ET pun kini sudah dibebastugaskan sekaligus dicopot dari jabatan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Jaminan Sosial (PFM Linjamsos) di Dinas Sosial.

"Betul. Ibu bupati sudah memberikan keputusan yang bersangkutan sudah dicopot jabatannya dan dinonjobkan menjadi staf biasa," kata Kadinsos Lebak Eka Darmana kepada wartawan saat dimintai konfirmasi di Lebak, Banten, Kamis (7/10).

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT