Priyo Budi Bocorkan Pj Gubernur DKI Pengganti Anies: Marullah Tetap Sekda

ADVERTISEMENT

Priyo Budi Bocorkan Pj Gubernur DKI Pengganti Anies: Marullah Tetap Sekda

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 19:17 WIB
Priyo Budi Santoso (Dok Priyo Budi Santoso)
Priyo Budi Santoso (Dok. Priyo Budi Santoso)
Jakarta -

Pendiri Pridem Center, Priyo Budi Santoso, mengaku mendapat bocoran terkait sosok Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan. Dia menyebut Marullah Matali akan tetap menempati posisi Sekda DKI.

"Meskipun saya dapat angin-angin bocor kemungkinan Pak Marullah Matali ini mungkin tetap di Sekda, kemudian mengerucut kepada dua yang di atas, tapi saya tidak tahu, wallahualam, karena beredar bocoran itu setiap detik berganti," kata Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014, Priyo Budi Santoso di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan bocoran itu masih bisa berubah. Menurutnya, yang memiliki peluang menggantikan Anies adalah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Bahtiar.

"Itu bocoran yang saya dapat, tapi kan bocoran itu bisa setiap saat bisa berubah, seperti bocoran beberapa malam kemarin ya saya mendengar begitu ya Pak Heru dan Pak Bahtiar mungkin berpeluang," ujarnya.

Dia menuturkan peluang itu muncul lantaran Heru merupakan orang yang dekat dengan Presiden Joko Widodo. Kemudian, dia menyebut Bahtiar memiliki kemampuan yang mumpuni.

"(Pak Heru) beliau orang dekat dari Pak Jokowi dari pejabat DKI ditarik kepada posisi sekretariat kepresidenan, kalau dr Bahtiar memang mumpuni sebagai Dirjen Politik, kita juga tahu termasuk mengarsiteki beberapa undang-undang politik," ujarnya.

Dia mengatakan jika Marullah Matali diangkat menjadi Pj Gubernur pemerintah akan bekerja dua kali. Dia pun menyinggung kekosongan jabatan di Sekda DKI jika Marullah yang ditunjuk menggantikan Anies.

"Kalau Pak Marullah itu kalau diangkat ke sana kan dua kali kerja, Sekda-nya kosong, lebih baik mungkin dipertimbangkan untuk tetap. Tapi walahualam kan kita kan hanya bocoran yang menentukan kan bukan kita, semua yang menentukan adalah Mendagri mengusulkan sekian nama kepada Presiden, Mendagri boleh menyebut 3 nama itu dari DPRD boleh menambah boleh mengurangi boleh ini dan silakan karena Undang-undang-nya gitu," tuturnya.

"Menurut saya kalau usulan dari DPRD tidak didengar oleh Mendagri, pemerintah pusat menurut saya kebangetan kan itu suara ekspresi repesentasi dari perwakilan ya, silakan pemilihannya tapi kan kita udah bisa menerka siapa kemungkinan yang ditunjuk presiden," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, ada tiga nama yang diusulkan DPRD DKI Jakarta ke Kemendagri untuk menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Mereka adalah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Bahtiar.

Nama ketiganya disetujui dalam Rapimgab DPRD DKI yang digelar pada Selasa (13/9). DPRD DKI pun kemudian menyerahkan usulan nama-nama itu ke Kemendagri pada Rabu (15/9). Kemendagri nantinya akan melakukan verifikasi terhadap ketiga nama kandidat Pj Gubernur usulan DPRD DKI tersebut.

Setelah itu, nama-nama calon Pj Gubernur DKI usulan DPRD akan dibahas dalam sidang TPA bersama nama usulan Kemendagri. Sidang TPA akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama lembaga terkait. Selanjutnya, Jokowi-lah yang akan menentukan siapa yang akan duduk menjabat di kursi nomor satu DKI.

Simak juga Video: Heru Budi Soal Gantikan Anies: Hari Esok Penuh Misteri

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT