Puteri Komarudin Dorong BSI Jadi Motor Pengembangan Keuangan Syariah

ADVERTISEMENT

Puteri Komarudin Dorong BSI Jadi Motor Pengembangan Keuangan Syariah

Dea Duta Aulia - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 16:41 WIB
Puteri Anetta Komarudin
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi motor pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Pasalnya ekonomi dan keuangan syariah merupakan satu kesatuan.

Sebelumnya, BSI mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan industri perbankan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan aset yang mencapai 12,88%, kredit tumbuh 13,99%, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,78%, dan kualitas kredit terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,88%.

"Ekonomi dan keuangan syariah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dikembangkan secara parsial. Karena ekonomi syariah tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan sektor keuangan. Begitupun, sektor keuangan tidak akan tumbuh tanpa permintaan sektor riil. Oleh karenanya, BSI sebagai Bank Syariah terbesar di Indonesia memiliki tugas besar untuk menjadi motor pengembangan keuangan syariah," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, selama ini pangsa pasar keuangan syariah Indonesia tergolong masih rendah hanya sekitar 10,19%. Serta pangsa pasar perbankan syariah tertahan di level 6,52 persen. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia yang sudah mencapai 30% maka Indonesia jauh tertinggal.

Puteri mengatakan ketertinggalan itu harusnya bisa dikejar karena Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia sehingga potensi pada sektor tersebut masih bisa terus dikembangkan.

"Potensi strategis ini sekaligus menjadi tantangan bagi Indonesia agar tidak hanya sekedar menjadi target pasar melainkan juga mampu menjadi pemain utama dalam industri halal global. Maka, BSI harus ambil bagian terbesar dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dengan halal value chain," jelasnya.

Ia berpesan agar BSI terus mengembangkan produk dan layanan syariah sebagai bentuk diferensiasi model bisnis di industri perbankan, sekaligus menangkap kebutuhan pasar saat ini.

"Produk yang unik dan inovatif tentu harapannya menjadi identitas tersendiri bagi BSI sekaligus menjadi pilihan utama bagi masyarakat," jelasnya.

Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar ini meminta BSI untuk meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah. Sebab tingkat inklusi keuangan syariah hanya 9,1% dan literasi baru di angka 8,93%. Oleh karena itu pengenalan produk dan layanan keuangan syariah harus dijalankan secara massif.

"Pengenalan terhadap produk dan layanan keuangan syariah perlu dilakukan secara masif dan berkala, juga disesuaikan dengan karakteristik masyarakat. Misalkan, kalangan milenial seperti saya ini tentu strategi pendekatan promosinya juga harus berbeda. Untuk itu, BSI perlu terus sosialisasikan bank syariah kepada masyarakat. Karena memang masih banyak masyarakat kita yang belum mengenal dan mengerti sistem syariah yang dikembangkan BSI," tutup Puteri.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT