Dishub DKI Beberkan Biang Kerok Kemacetan di Jakarta

ADVERTISEMENT

Dishub DKI Beberkan Biang Kerok Kemacetan di Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 14:41 WIB
Sejumlah kendaraan mengantre di jalan MT Haryono, Jakarta, Rabu (13/7/2022). Kemacetan panjang kerap terjadi saat jam pulang kerja. Hal tersebut imbas proyek revitalisasi halte TransJakarta.
Ilustrasi macet di Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo membeberkan sejumlah penyebab terjadinya kemacetan selama beberapa hari terakhir. Syafrin mengatakan kepadatan lalu lintas disebabkan karena sepeda motor mendominasi lalu lintas hingga adanya pekerjaan jalan.

"Untuk Jakarta itu sepeda motor sekitar 12 juta. Tentu ini menjadi tantangan sendiri karena pada saat di jalan sering kali kepadatan sepeda motor bisa mengkooptasi seluruh ruangan lalu lintas," kata Syafrin Liputo saat dihubungi, Kamis (29/9/2022).

Di samping itu, faktor lainnya yang menyebabkan kemacetan (bottleneck) ialah adanya pengerjaan konstruksi di sejumlah titik. Seperti misalnya adanya proyek pembangunan Halte Integrasi di MT Haryono dan proyek LRT Jabodebek di Jl Rasuna Said.

"Memang untuk di Jakarta jika kita melihat titik sering pagi atau sore sering terjadi kepadatan, jika melihat kepadatan itu di beberapa titik arteri memang ada pengerjaan konstruksi contohnya di Cawang Cikoko di Jalan MT Haryono sedang ada kemarin pembangunan halte integrasi," jelasnya.

"Tentu mengurangi jumlah lajur. Kita nggak usah jauh jauh, misalnya di Rasuna Said begitu ada pengerjaan LRT Jabodebek ada beberapa ruas yang bottleneck karena ada pengerjaan konstruksi itu akan menyebabkan bottleneck dan ekornya panjang," tambahnya.

Syafrin lantas mengimbau kepada masyarakat segera beralih menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi. Selain mengurangi kemacetan, upaya ini dapat menghindari pengendara terpapar polutan.

"Karena mereka pada saat di jalan dengan kondisi yang terbuka mereka bisa menghirup polutan ini sangat berbahaya bagi kesehatan yang bersangkutan. Kita pahami bawah sepeda motor menyumbang dua jenis polutan, CO dan HC kita manusia hirup," ujarnya.

Selain itu, Syafrin juga memandang upaya penanganan kemacetan tak bisa dikerjakan di Kota Jakarta semata. Karena itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan wilayah penyangga serta mengoperasikan bus TransJakarta rute Summarecon Bekasi-Pancoran (B11) dan Ciputat-Kampung Rambutan (S22).

"Ini upaya kita sebelumnya mereka sudah menggunakan layanan TransJakarta, tapi pandemi COVID Kemarin merubah semuanya dan kita sekarang mulai masuk kembali ke layanan semula sebelum pandemi COVID," tandasnya.

Lihat juga video 'Polisi Usul Atur Jam Kantor Cegah Macet, Wagub DKI Bilang Begini':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT