PAN Berharap Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi Paham Masalah Jakarta

ADVERTISEMENT

PAN Berharap Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi Paham Masalah Jakarta

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 20:43 WIB
Zita Anjani
Zita Anjani (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani berharap Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang dipilih Presiden Jokowi paham masalah di Jakarta sehingga Pj Gubernur DKI nantinya mampu menangani persoalan yang ada seperti banjir, macet, hingga masalah pendidikan.

"Masalah banjir, lalu masalah pendidikan, macet, itu sudah tertuang di RDP, jadi saya rasa Pj Gubernur itu kan orang yang paham akan pemerintahan, jadi insyaallah tidak akan bikin manuver yang terlalu aneh-aneh, pasti sudah paham birokrasi dan paham sudah dituangkan di RDP 2023-2026," kata Zita saat menghadiri diskusi berjudul 'Mencari Figur Ideal Penjabat Gubernur DKI Jakarta' di kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Zita optimistis Jokowi tidak akan memilih sosok lain di luar tiga nama yang sudah disodorkan DPRD DKI. Dia juga meyakini sosok terbaik akan dipilih oleh Presiden Jokowi dari tiga nama yang ada.

"Saya yakin insyaallah pak Jokowi akan memilih yang terbaik dari tiga nama yang diajukan DPRD DKI Jakarta," kata dia.

Dia mengatakan tiga nama yang diajukan DPRD DKI sudah melalui uji kelayakan atau fit and proper test. Sehingga, Pj Gubernur yang dipilih Presiden Jokowi dapat langsung menjabat.

"Sudah lewat dong (fit and proper test), kan sudah dipilih tiga nama itu," ucap Zita.

Dia berharap Jokowi memilih Pj Gubernur dari tiga nama yang sudah diajukan. Zita mengatakan akan ada konsekuensi bila Pj Gubernur dipilih bukan dari nama-nama yang sudah diajukan.

"Ya pastinya kita merajuk, ngambek, ngambeknya itu bisa macem-macem, bisa nanti ngomel-ngomel kalau di komisi, itu bisa nanti hubungannya nggak harmonis ya," ujarnya.

Seperti diketahui, DPRD DKI Jakarta menyepakati tiga nama calon Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan, yaitu Kasetpres Heru Budi, Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Bahtiar.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT