Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Berbagai Putusannya di MA Diragukan

ADVERTISEMENT

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Berbagai Putusannya di MA Diragukan

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 10:53 WIB
Sudrajad Dimyati, Sudrajat Dimyati
Sudrajad Dimyati (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gara-gara hakim agung Sudrajad Dimyati ditangkap KPK, publik akhirnya mempertanyakan kualitas berbagai putusan yang diketoknya. Tidak hanya kasus pailit yang sedang diusut KPK, tapi merembet ke perkara-perkara lain. Salah satunya soal putusan kasasi soal sengketa warga dengan aparat di Bara-baraya, Makassar.

"Ini menjadi tamparan keras bagi Mahkamah Agung. Dan saya juga mendengar sebenarnya praktik suap- menyuap ini terjadi di perkara lain. Jadi bagi teman-teman advokat sudah jadi rahasia umum. Hakim minta uang," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M Isnur kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

YLBHI meminta MA serius melakukan pembenahan. Sebab MA dinilainya merupakan tempat mencari keadilan yang paling ujung dan akhir.

"Jadi ini harus disikapi serius karena peradilan itu benteng terakhir pengadilan masyarakat. Jika masih seperti ini ya tidak ada hukum di negara kita," ucap M Isnur.

Salah satu putusan yang diketok Sudrajad Dimyati yaitu perkara Nomor 2990 K/PDT/2021. Saat itu Sudrajad Dimyati sebagai anggota majelis kasasi dengan ketua majelis kasasi Syamsul Maarif dan anggota majelis lainnya Pri Pambudi Teguh. Perkara itu terkait penggusuran lahan.

"Penting untuk mencermati kembali putusan kasasi terkait dengan perkara yang dihadapi warga Bara-Barrya," ucap M Isnur.

Mengapa perlu dicermati lagi? Pasalnya, salah satu hakim yang memeriksa perkara tersebut yakni hakim agung Sudrajad dimyati telah ditetapkan dan ditahan atas kasus dugaan suap perkara di MA

"Sehingga sangat patut dipertanyakan integritas majelis hakim yang memeriksa perkara warga Bara-Baraya," ujar M Isnur.

Karena itu, kata Isnur, saat ini masyarakat pun memilih mengajukan PK atas putusan kasasi itu.

"Harga yang dipertaruhkan terlalu mahal. Ruang hidup ratusan warga terancam tergusur dan kehilangan tempat tinggalnya akibat putusan itu," ungkap M Isnur.

Sebelumnya, MA menyatakan akan mengocok ulang majalis hakim yang ada nama hakim agung Sudrajad Dimyati. Namun bagi yang sudah diputus, MA tidak menyinggung bagaimana upaya hukum yang harus dilakukan.

"Semua perkara yang berjalan atau belum diputus - baik perkara perdata umum maupun perkara perdata khusus - yang ditangani oleh pak SD apakah sebagai anggota atau ketua majelis sejak ditetapkannya sebagai tersangka, Ketua MA akan menarik perkara-perkara itu untuk selanjutnya posisi pak SD dalam majelis perkara yang bersangkutan akan diganti oleh hakim agung yang lain. Seperti diketahui pak SD adalah hakim agung yang berada dan bertugas di kamar perdata MA," kata jubir MA Andi Samsan Nganro.

Untuk diketahui, Sudrajad Dimyati ditahan terkait perkara pailit. Ia ditangkap setelah KPK menangkap basah staf MA menerima suap dari pengacara. Dessy disebut KPK sebagai representasi dari Sudrajad Dimyati.

Sebagai Penerima:

- Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
- Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
- Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung (Catatan: KPK awalnya menyebut tersangka berinisial RD, namun belakangan KPK menyampaikan klarifikasi)
- Albasri, PNS Mahkamah Agung

Sebagai Pemberi:

- Yosep Parera, Pengacara
- Eko Suparno, Pengacara
- Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
- Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

Simak Video 'Mahfud Md: Upaya Pemberantasan Korupsi Banyak Gembos di MA':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT