Hasnaeni 'Wanita Emas' Cabut Kuasa Farhat Abbas Sebagai Pengacara

ADVERTISEMENT

Hasnaeni 'Wanita Emas' Cabut Kuasa Farhat Abbas Sebagai Pengacara

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 10:42 WIB
Farhat Abbas (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Foto: Farhat Abbas (dok detikcom)
Jakarta -

Farhat Abbas mengaku dicabut kuasanya sebagai tim kuasa hukum oleh Hasnaeni (H) alias Wanita Emas. Farhat Abbas pun meminta pengacara baru tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast tahun 2016-2020 itu untuk tidak koar-koar.

"Pengacara baru Hasnaeni tidak perlu koar-koar kita dicabut kuasa, saya hanya teman dengan Hasnaeni dan membantu dia dalam kasus eksekusi rumahnya yang di Lebak Bulus dan dalam proses, murni pertemanan tidak ada hak dan kewajiban dalam pembayaran lawyer fee, silakan saja siapa saja yang mau jadi pengacara Prodeo Hasnaeni menghadapi suami sirinya Pak Ihsan, suami yang saat membobol uang Waskita sudah bercerai dan saat ini sedang sakit berat, jaksa dapat menyita aset aset mereka," kata Farhat Abbas kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Farhat pun mengungkap Hasnaeni tidak terbuka atas kasus yang membelitnya itu. Padahal, kata Farhat, Hasnaeni seharusnya kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman dan membayar uang pengganti.

"Saya sebagai pengacara melihat klien yang tidak terbuka dan tidak kooperatif tidak bisa mengikuti keinginan klien, karena yang kita hadapi adalah lembaga penegak hukum yang memberantas korupsi, Hasnaeni harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman dan uang pengganti untuk mengurangi kerugian negara," kata Farhat.

"Direktur-direktur di perusahaan Hasnaeni dan siapa pun yang menikmati uang tersebut harus ikut jadi tersangka dan bertanggungjawab tidak mungkin Hasnaeni melakukan seorang diri korupsi tersebut. Begitu mudahnya dapat uang negara dengan modus pembayaran/proyek fiktif," sambungnya.

Dengan dicabut kuasanya itu, Farhat Abbas kini bukan lagi pengacara Hasnaeni. Dia pun menceritakan pengalamannya saat mendampingi Hasnaeni sebagai kuasa hukum selama 2 hari. Kata Farhat Abbas, Hasnaeni masih bersikeras menyebut proyek yang disodorkan ke Waskita Beton Precast itu bukan fiktif.

"Saat ini saya bukan pengacara Hasnaeni lagi, saya dapat kuasa 1,5 jam sebelum Hasnaeni di tahanan, selama 2 hari Hasnaeni berdiskusi dan cerita mengenai kasusnya tersebut berbeda dengan apa yang terjadi, Hasnaeni mengatakan itu tidak fiktif dan sudah sesuai prosedur," kata Farhat.

Farhat mengaku dirinya berulang kali meminta Hasnaeni untuk buka-bukaan mengenai kasus Waskita Beton Precast agar memudahkan pembelaan di persidangan nanti. Namun, kata Farhat, Hasnaeni tetap menyebut proyek itu fiktif.

"Saya katakan kamu harus terbuka agar proses pembelaannya lancar dan mudah saya membela dia, ternyata itu semua fiktif, itu yang membuat Hasnaeni enggan hadiri panggilan, dia hanya menyerahkan hasil pemeriksaan kejiwaan dari dokter jiwa, depresi dan suka setres, tapi tetap saya sarankan untuk hadiri ke Kejagung," ungkapnya.

Farhat menyebut sebelum pemanggilan Kejagung, Hasnaeni sempat menelponnya dan memberitahu akan dirawat di rumah sakit. Saat itu, kata Farhat, pihaknya sudah mewanti-wanti Hasnaeni untuk tidak mempersulit jaksa agar tidak dijemput paksa.

"Pagi hari di hari panggilan tersebut, dia telpon saya dan bilang akan dirawat, saya sudah ingatkan jika mempersulit jaksa maka kemungkinan akan dijemput, ternyata jaksa jemput , di BAP dan langsung ditahan juga," katanya.

Tak hanya itu Farhat Abbas kemudian menyebut Hasnaeni bukan anak dari Max Moein. Farhat juga menuding Partai Republik Satu besutan Hasnaeni dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU karena adanya kedekatan Hasnaeni dengan petinggi KPU.

"Hasnaeni bukan anak Max Moein mantan politisi PDIP, hanya ayah angkat atau ayah-ayahan saja tidak ada hubungan darah. Partai Hasnaeni, Republik Satu, dapat lolos di KPU ini aneh juga, mungkin karena kedekatan dia dengan orang nomor satu KPU mereka berteman baik, dan pernah datang ke kantornya yang di Kemang Timur, Hasnaeni hanya merasa banyak dibantu dari pecahan Partai Berkarya sehingga lolos di KPU, pengisian kartu anggota dibantu orang ITE sistem robot dalam waktu 1 hari dapat input otomatis ke sistem sipol, ini juga yang kami tuntut di pengadilan agar sipol KPU diaudit secara nasional apakah ada kecurangan atau tidak," kata Farhat.

Simak selengkapnya di sini.

Saksikan Video 'Hasnaeni 'Wanita Emas' Tersangka Korupsi Ternyata Dulunya Artis':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT