Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Aksi Sosial 'Ayah Sejuta Anak'

ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Aksi Sosial 'Ayah Sejuta Anak'

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 16:52 WIB
sosok suhendra ayah sejuta anak 1
Suhendra 'Ayah Sejuta Anak'. (Faisal/detikcom)
Bogor -

Polisi menyebutkan Suhendra (32) 'Ayah Sejuta Anak' mencari keuntungan pribadi dengan menampung ibu hamil tanpa suami. Perbuatannya itu dilakukan dengan kedok yayasan.

"Iya untuk kepentingan pribadi dengan melihat peluang," ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (28/9/2022).

Iman mengatakan sejauh ini baru satu anak yang diketahui diperdagangkan oleh Suhendra 'Ayah Sejuta Anak'. Modusnya dilakukan dengan menawarkan adopsi kepada orang tua asuh.

"Yang terjual baru satu Rp 15 juta menurut dia," katanya.

Polisi sendiri menyelamatkan 5 ibu hamil di tempat penampungan yayasan milik Suhendra 'Ayah Sejuta Anak'.

"Yang kami selamatkan 5 ibu hamil yang nunggu kelahiran dan 1 anak yang saat ini sudah diserahkan ke Dinsos. 3 Anak dirawat di yayasan panti asuhan wilayah Tangsel," imbuhnya.

Cari 'Klien' Lewat Konten

Berdasarkan keterangan pelaku, dia sudah dua tahun membuka yayasan yang beralamat di Ciseeng, Kabupaten Bogor, yang juga menjadi lokasi penampungan anak. Namun terkait kegiatan penampungan anak itu, baru dilakukannya mulai awal tahun 2022.

"Jadi yang bersangkutan sudah menampung kurang lebih 10 ibu hamil. Yang bersangkutan meng-upload konten di Instagram dan TikTok dengan judul Ayah Sejuta Anak. Jadi sasarannya ibu hamil tanpa suami, yang bersangkutan menawarkan jasanya di rumah 2 lantai. Kesehariannya ibu-ibu hamil tinggal di lantai 1, yang bersangkutan tinggal di lantai 2" ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan.

Ketika sudah masa persalinan, nanti si ibu dibawa ke rumah sakit untuk persiapan melahirkan. Kemudian sebagian anak yang lahir ada yang dititipkan di yayasan milik temannya.

"Dari 10 ibu hamil yang dia tampung, 5 sudah melahirkan, 3 dititipkan di Tangsel, 1 bayi sudah dalam naungan Dinsos, dan 1 bayi diadopsi di Lampung. Orang tua adopsi sendiri atau pihak rumah sakit tidak mengetahui niat jahat dari pelaku," paparnya.

Pelaku kepada polisi mengatakan bahwa orang tua anak diberi tahu bahwa anaknya akan diadopsi. Namun, proses adopsi dilakukan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Simak Video: Hendra 'Ayah Sejuta Anak', Tampung 55 Bayi yang Terbuang

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT