Gegana Amankan Flashbang yang Meledak dan Lukai Warga di Jakut

ADVERTISEMENT

Gegana Amankan Flashbang yang Meledak dan Lukai Warga di Jakut

M Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 20:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Foto: dok. Polda Metro)
Jakarta -

Sebuah flashbang yang diambil warga dari pinggir jalan di Cilincing, Jakut, meledak dan melukai korban. Flashbang itu kini telah diamankan oleh Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya.

"Flashbang sudah diambil kembali dari warga tersebut untuk dijadikan bahan evaluasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Seorang warga bernama Hasan menyampaikan flashbang tersebut diambil oleh anggota Tim Gegana siang tadi.

"Gegana cuman ambil barang bukti langsung pulang. Dua orang (pakai) kaus biasa ada tulisannya di belakang 'Gegana'," ujar Hasan ditemui di lokasi.

Hasan mengungkapkan flashbang tersebut berwarna hitam dan seukuran botol kaleng susu.

"Warnanya hitam seperti kaleng susu beruang cuma agak berat. Ukurannya (kaleng) 'susu beruang'," kata Hasan.

"Lengkap ada semuanya (bagian flashbang), tadinya misah-misah. Kita kumpulin jadi satu. Intinya barang ada tiga. Satu bentuk botol, satu bentuk kawat, satu bentuk tutup, atas agak panjang," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah flashbang meledak di kawasan padat penduduk di Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Flashbang itu meledak di tangan warga bernama Rahmat (20), yang hendak menjualnya ke tukang rongsokan.

Rahmat menemukan flashbang itu di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) saat Brimob menggelar latihan. Namun saat itu dia tidak mengetahui benda itu merupakan sebuah flashbang. Rahmat menyebutnya benda itu adalah granat.

"Dari KBN dapatnya. Di pusat logistik sini, lagi pada latihan nih. Saya lewat, pas saya lewat, saya ambil," kata Rahmat.

"Saya kira nggak berbahaya kan, saya ambil. Saya juga nggak tahu itu granat. Saya nggak tahu," sambungnya.

Kemudian Rahmat berencana menjual flashbang itu ke pengepul besi tua. Tapi saat itu dia lupa menimbang flashbang itu.

"Saya taruh dalem jok. Bukan buat mainan. Buat nambahin ngejual limbah besi. Pengin saya ambil, saya tambahin biar dikiloin," ungkap Rahmat.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT