Korban Ledakan Granat Kejut di Cilincing Jakut Alami Luka di Tangan

ADVERTISEMENT

Korban Ledakan Granat Kejut di Cilincing Jakut Alami Luka di Tangan

M Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 19:21 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Rahmat (20), korban ledakan granat kejut di Cilincing, Jakarta Utara, mengalami luka ringan. Dia mengatakan hanya tangannya yang terluka akibat ledakan tersebut.

"Luka cuma di tangan doang," kata Rahmat di lokasi, Rabu (28/9/2022).

Rahmat menemukan benda itu di Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Dia mulanya mengaku tidak tahu benda itu bakal meledak.

"Dari KBN dapatnya. Di pusat logistik sini, lagi pada latihan, nih. Saya lewat, pas saya lewat, saya ambil," ucapnya.

"Saya kira nggak berbahaya kan, saya ambil. Saya juga nggak tahu itu granat. Saya nggak tahu," sambungnya.

Rahmat kemudian berencana menjual benda itu ke pengepul besi tua. Tapi saat itu dia lupa menimbang benda tersebut.

"Saya taruh dalem jok. Bukan buat mainan. Buat nambahin ngejual limbah besi. Pengin saya ambil, saya tambahin biar dikiloin," ungkap Rahmat.

Namun benda tersebut terbawa pulang dan tidak jadi dijual di penampung limbah besi. Dia mengatakan, saat sedang duduk di motor, dia baru menyadari benda itu masih tersimpan di dasbor motornya.

"Posisinya lagi pas duduk di motor, ada itunya yang lepas satu (bagian granat). Nah nggak tahunya, pas saya mau ngambil lagi, lepas lagi satu," terang Rahmat.

"Ya sudah, akhirnya saya ambil, saya otak-atik, tuh. Saya pegang," sambungnya.

Pada saat itu tiba-tiba benda tersebut meledak di tangannya. Saat meledak, benda tersebut hanya mengeluarkan asap dan suara yang lebih nyaring daripada petasan.

"Mau saya ambil semua, langsung meledak aja, udah," tuturnya.

"Api nggak ada. Asep doang. Ya kayak bunyi-bunyi petasan, cuma dia lebih kenceng," ujar Rahmat.

Polisi Olah TKP

Rahmat menuturkan, pascakejadian tersebut, sejumlah polisi melakukan pemeriksaan hingga olah tempat kejadian perkara (TKP). Kejadian itu persis terjadi di depan rumahnya.

"(Polisi) dateng semua ke sini. Rame. Ngecek, memeriksa. Olah TKP. Dari jam 09.00 sampai jam 11.00 WIB. Itu dah baru selesai," ungkapnya.

Penjelasan Polisi

Polisi memberikan penjelasan terkait benda misterius meledak hingga Rahmat (19) terluka. Benda itu kerap dipakai untuk latihan terorisme.

"Bukan (granat). Itu seperti buat latihan gas asap, buat asap-asap latihan. Latihan terorisme kan biasanya ada asap-asap gitu, nah seperti itu. Tapi bukan gas air mata, asap-asap biasa saja," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo saat dihubungi, Rabu (28/9).

Benda itu ditemukan Rahmat pada Selasa (27/9). Korban lalu membawa benda tersebut ke rumahnya.

Wibowo mengatakan, sejak awal Rahmat memang berniat menjual kembali benda tersebut. Namun, sebelum menjualnya, korban iseng dan mencoba membuka benda tersebut.

"Karena ketidaktahuan, dianggap ini sebagai barang sudah bekas pakai karena korban yang ambil itu pedagang rongsokan mau dijual juga, mau dijual. Diutak-atik tapi malah (meledak)," katanya.

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT