Demokrat Nilai SBY Bukan 'Golden Boy of America', tapi Golden Boy Dunia

ADVERTISEMENT

Demokrat Nilai SBY Bukan 'Golden Boy of America', tapi Golden Boy Dunia

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 16:11 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
SBY (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta -

Politikus Partai NasDem Zulfan Lindan menilai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan 'golden boy of America' atau anak emas Amerika Serikat (AS). Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto tak setuju dan menilai SBY merupakan golden boy internasional, bukan cuma AS.

Didik awalnya menjelaskan cara pandang politik internasional yang dijalankan pemerintah saat SBY menjadi Presiden. Dia mengatakan SBY memposisikan RI sebagai bagian penting dalam menjaga perdamaian dunia.

"Standing yang harus dipahami bahwa transformasi Indonesia terkait dengan cara pandang politik internasional kita, memang di era SBY ini juga tidak terlalu inward looking tidak terlalu sektoral. Di era SBY membangun politik bebas aktif kita dengan perspektif outward looking. Melihat kepentingan Indonesia, kepentingan dunia, sehingga di situlah Pak SBY selama 10 tahun menjadi Presiden, memposisikan menjadi bagian penting, circle penting di dalam melakukan perdamaian dunia," kata Didik di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Didik mengatakan SBY sering diminta menjadi penengah konflik di berbagai negara. Didik menilai SBY bisa disebut sebagai golden boy internasional.

"Tidak sedikit kemudian Pak SBY diminta partisipasinya oleh dunia ini untuk menjadi penengah konflik-konflik di negara-negara itu. Kalau Bang Zulfan Lindan mengatakan itu, saya tidak setuju. Justru Pak SBY ini adalah mungkin golden boy-nya internasional, karena memang peran Indonesia di dunia internasional luar biasa. Tidak terpungkiri Pak SBY juga di dalam berpartisipasi menjadi penengah bagian dari mendamaikan negara konflik," kata anggota Komisi III DPR itu.

Didik mengatakan SBY sering menyampaikan pemikiran yang dibutuhkan di forum internasional. Dia mengatakan hal itu masih terus berlanjut meski SBY tak lagi menjadi Presiden.

"Bahkan hingga sekarang Pak SBY pun meskipun beliau sudah tidak menjadi presiden lagi, banyak pemikiran ide dan gagasan beliau yang dibutuhkan oleh internasional, baik di forum resmi negara, internasional, ataupun forum civil society, termasuk kampus-kampus di internasional seperti Harvard," ujar dia.

Didik menyebut SBY tidak condong hanya pada salah satu blok. Menurutnya, SBY berperan menjaga politik internasional tetap kondusif.

"Itulah bagaimana seorang negarawan SBY di dalam menjaga kepentingan politik bebas aktif Indonesia juga tidak kemudian menekankan kepada satu blok tertentu, Blok Barat atau Blok Timur. Ini dijaga harmonisasinya sehingga harapan kita kondusivitas Indonesia, baik di bidang politik, hukum, sosial, ekonomi, jadi baik," katanya.

Simak video 'Zulfan Lindan: Gelar SBY itu Disebut Sebagai The Golden Boy of America':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT