Suami Saya Direbut Pelakor, Apa yang Bisa Saya Lakukan?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Suami Saya Direbut Pelakor, Apa yang Bisa Saya Lakukan?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 09:27 WIB
Ilustrasi Perselingkuhan
Ilustrasi (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Pernikahan diharapkan berjalan sesuai harapan dan menjadi kakek-nenek bersama. Tapi bagaimana bila ada orang ketiga yang mengganggu hubungan rumah tangga?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Selamat pagi mohon bantuan sarannya.

Saya ibu 39 tahun, mempunyai 2 anak laki-laki. Suami saya sudah 2 tahun tidak mau pulang. Dia pulang ke istri sirinya. Dia terang-terangan mengakui ke saya bahwa dia telah nikah siri dan tinggal di sana. Tapi dia tidak mau menceraikan saya dengan alasan masih repot kerjaannya.

Untuk nafkah anak-anak tetap diberikan walau sedikit dan seadanya. Tidak seperti dulu sebelum punya istri siri. Anak-anak ikut saya semua. Jadi anak-anak tidak pernah ketemu ayahnya.

Apa yang harus saya lakukan?

Dulu waktu belum dinikah siri waktu masih selingkuh saya pernah datangi wanita itu, tapi dia malah seakan akan bangga sudah merebut suami saya.

Sampai sekarang dia merasa menang dan bangga. Apa yang harus saya lakukan. Saya tidak mau bercerai. Harapan saya suami saya pisah dengan wanita itu. Dan tidak tinggal di sana.

Apa yang harus saya lakukan?

Saya masih istri sah tapi saya diinjak injak oleh pelakor. Mohon bantuan sarannya. Terimakasih.

Achmad Zulfikar FauziAchmad Zulfikar Fauzi


Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat advokat Achmad Zulfikar Fauzi, SH. Berikut penjelasan lengkapnya:

Terimakasih atas pertanyaan yang saudara tanyakan kepada redaksi detikNews

Sebelumnya saya turut prihatin dengan kondisi yang saudara penanya alami. Dalam hukum apabila melakukan perkawinan siri merupakan perkawinan yang tidak sah hal ini diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 ini dinyatakan:

Suatu perkawinan adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Dan di samping itu tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga perkawinan yang dilakukan oleh Suami dan perempuan lain dengan melalui siri merupakan perkawinan yang mungkin sah menurut agama akan tetapi tidak sah menurut hukum karena tidak terdaftar melalui negara.

Apabila saudara masih ingin mempermasalahkan melalui hukum maka saudara dapat melakukan pelaporan tindak pidana suami yang melangsungkan pernikahan poligami tanpa izin pengadilan merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 279 KUHP:

Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun:

Barang siapa mengadakan pernikahan padahal mengetahui bahwa pernikahan atau pernikahan-pernikahannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu;

Barangsiapa mengadakan pernikahan padahal diketahui bahwa pernikahannya atau pernikahan-pernikahan pihak lain menjadi pernikahan yang sah untuk itu.

Jika yang melakukan perbuatan berdasarkan ayat 1 butir 1 menyembunyikan kepada pihak lain bahwa perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Atau tindak pidana perzinahan sebagaimana Ketentuan Pasal 284 ayat (1) huruf b KUHP menyatakan:

Diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa Pasal 27 BW berlaku baginya.

Menurut Van Dale's Groat Woordenboek Nederlanche Taag, kata overspel berarti echbreuk, schending ing der huwelijk strouw yang kurang lebih berarti pelanggaran terhadap kesetiaan perkawinan. Sedangkan, Noyon-Langemayer menegaskan bahwa overspel hanya dapat dilakukan oleh orang yang menikah. Sedangkan putusan Hooge Raad tanggal 16 Mei 1946 lebih menekankan overspel adalah terjadi persetubuhan di luar izin dari suami/istri.

Menurut R. Soesilo, zinah adalah persetubuhan suka sama suka yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya. Kemudian, secara lebih rinci disebutkan yang dimaksud persetubuhan adalah peraduan antara anggota kemaluan laki-laki dan perempuan yang biasa dijalankan untuk mendapatkan anak, jadi anggota laki-laki harus masuk dalam anggota perempuan sehingga mengeluarkan air mani.

Dengan catatan saudara memiliki bukti dan 2 saksi yang melihat, mendengar, mengalami sendiri perlakuan poligami tanpa izin istri dan perzinahan yang dilakukan oleh Suami saudara.

Simak juga 'Suami Ngamar Bareng PSK, Bagaimana Pembuktiannya Agar Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT