KPK Jelaskan soal 'Dua Hakim' di Kasus OTT MA

ADVERTISEMENT

KPK Jelaskan soal 'Dua Hakim' di Kasus OTT MA

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 22:34 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah), Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan) dan Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto (kiri), memberikan keterangan pers seusai melaksanakan gelar perkara atau ekspose kasus Djoko Tjandra, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Gelar perkara ini merupakan bagian koordinasi dan supervisi rencana pengambilalihan penanganan kasus suap Djoko Tjandra oleh KPK karena telah menyeret sejumlah petinggi instansi penegak hukum.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menjelaskan, pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang sempat menyebutkan ada 'dua hakim' yang terjerat dalam OTT Mahkamah Agung. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan hanya ada seorang Hakim Agung yang jadi tersangka.

"Bukan dua Hakim Agung. Dua hakim di MA," kata Alex kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Senin (26/9/2022).

Dia menyebut Hakim Agung yang menjadi tersangka adalah Sudrajad Dimyati. Sementara, seorang lagi merupakan Hakim Yustisia bernama Elly Tri Pangestu.

"Kan kemarin satu Pak Sudrajad, yang satu lagi Elly. Itu kan hakim juga," imbuh Alex.

"Ini dua orang yang dari Mahkamah Agung, gitu. Bukan dua Hakim Agung," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Mahfud Md sempat menyebut setidaknya ada dua hakim yang ditetapkan KPK jadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara. Dia meminta agar si hakim tak diberi ampunan jika memang terbukti bersalah.

"MA (Mahkamah Agung) sekarang masih dalam proses. Saya belum dapat nama-nama pastinya siapa, tapi ada hakim agung yang katanya terlibat. Kalau nggak salah, dua, itu juga harus diusut dan hukumannya harus berat juga," kata Mahfud saat diwawancarai detikJatim di Unisma, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (23/9).

Menurut Mahfud, hakim merupakan sosok benteng keadilan. Jika sampai hakim bisa disuap, keadilan akan runtuh. Untuk itu, ia ingin hakim tersebut tak diberi ampunan.

"Karena ini hakim, karena hakim itu kan benteng keadilan. Kalau sampai itu terjadi, jangan diampuni dan jangan boleh ada yang melindungi!" tegasnya, seperti dilansir detikJatim.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Sudrajad Dimyati, hakim agung pada MA, sebagai tersangka suap pengurusan perkara di MA. Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya.

"Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan 10 orang sebagai tersangka sebagai berikut: pertama, ST hakim agung pada MA RI; kedua ETP hakim yudisial/panitera pengganti pada MA," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (23/9/2022).

Sebagai Penerima:

- Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
- Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
- Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung (Catatan: KPK awalnya menyebut tersangka berinisial RD, namun belakangan KPK menyampaikan klarifikasi)
- Albasri, PNS Mahkamah Agung

Sebagai Pemberi:

- Yosep Parera, Pengacara
- Eko Suparno, Pengacara
- Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
- Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT