GERAK BS Beri Santunan & Ajak Anak Yatim Nikmati Bali Zoo

ADVERTISEMENT

GERAK BS Beri Santunan & Ajak Anak Yatim Nikmati Bali Zoo

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 17:54 WIB
Gerak BS
Foto: MPR RI
Jakarta -

Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas Bali (GERAK BS Bali) dan pengelola Bali Zoo yang mengajak anak-anak yatim lintas agama bersama para pendampingnya untuk mengunjungi kebun binatang Bali Zoo. Selain mendapatkan tiket masuk dan makan siang gratis dari pengelola Bali Zoo, mereka juga mendapatkan santunan sosial dari GERAK BS Bali yang dikemas dalam acara kuis berhadiah dan fun game.

"Kegiatan ini dilakukan GERAK BS Bali dan Bali Zoo untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak yatim agar semakin mencintai alam, lingkungan, dan hewan," ujar Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

"Karena terdiri dari anak-anak yatim lintas agama, kegiatan ini juga mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya merekatkan ikatan kebangsaan di tengah beragamnya perbedaan. Mengajarkan kepada mereka bahwa semangat pluralisme merupakan bagian dari kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia," imbuhnya.

Ketua MPR RI ini menceritakan awal mula Bali Zoo yang didirikan oleh A.A. Gde Putra pada 4 September 2002 lalu, dan menjadi konservasi binatang pertama di tanah Bali. Saat ini, Bali Zoo memiliki sekitar 650 satwa yang terdiri dari 60 spesies binatang.

Saat ini Bali Zoo terus berinovasi sesuai dengan visinya menjadi kebun binatang terbaik di Asia Pasifik. Kebun binatang ini sangat cocok untuk dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga, kelompok, turis, perorangan sekali pun.

"Walaupun masih di tengah kondisi pandemi COVID-19, dan terjadi penurunan kunjungan yang sangat tajam, Bali Zoo tetap mengutamakan kesejahteraan satwa dengan menjamin penyediaan pakan dan kesehatan. Penambahan wahana baru seperti Savanna yang disediakan untuk satwa Afrika juga merupakan salah satu inovasi Bali Zoo untuk menjadi daya tarik bagi pengunjung," kata Bamsoet.

"Para turis domestik dan internasional yang berkunjung ke Bali, harus mampir ke Bali Zoo untuk melihat kekayaan satwa Indonesia. Selain berwisata juga bisa sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga dan anak-anak tentang pentingnya mencintai satwa," imbuhnya.

Ia juga mengatakan Bali Zoo telah berhasil mengembangbiakan beberapa spesies dilindungi seperti, Owa Jawa, Siamang, Trenggiling, Lutung, hingga Harimau Sumatera. Selain itu, Bali Zoo juga ikut serta dalam proses meningkatkan populasi satwa di alam dengan program pelepasliaran beberapa satwa, seperti Rusa Timor, Landak dan Owa Jawa.

"Bali Zoo juga berhasil mengembangbiakan Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus). Sejak Bali Zoo memiliki gajah pada tahun 2011, akhirnya pada 17 Maret 2022 Pukul 01.00 WITA telah lahir dengan sehat gajah pertama berjenis jantan. Memiliki berat sekitar 80 kilogram. Lahir dari pasangan betina Terry dengan jantan Budi," terang Bamsoet.

"Penjodohan kedua gajah tersebut sudah dilakukan dari tahun 2017 dan akhirnya berhasil kawin pada Mei 2019. Kelahiran satwa dilindungi endemik Indonesia di Bali Zoo, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan dan penurunan pendapatan kebun binatang, menjadi bukti bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Bali Zoo tetap berkomitmen melestarikan satwa Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi turut mendampingi anak-anak yatim dalam kunjungan ke Bali Zoo adalah Ketua GERAK BS Bali Hamid Hadun, Wakil Ketua GERAK BS Bali Sindu Kumara, dan Manager Bali Zoo Ade dan Dokter Arya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT