Walkot Tangerang Minta Warga Lapor jika Ada Lansia Terlantar

ADVERTISEMENT

Walkot Tangerang Minta Warga Lapor jika Ada Lansia Terlantar

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 16:47 WIB
Pemkot Tangerang
Foto: dok. Pemkot Tangerang
Jakarta -

Pemerintah Kota Tangerang memfasilitasi lansia hingga Orang Telantar (OT), salah satunya lewat Rumah Perlindungan Sementara (RPS) dan Rumah Singgah yang didirikan Dinas Sosial Kota Tangerang, khususnya untuk lansia di atas usia 60 tahun.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengungkap kehadiran RPS yang diresmikan awal tahun 2018 lalu berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga atau orang tua yang memang kurang diurus oleh keluarganya.

Ia menjelaskan RPS dapat menampung hingga 40 orang dengan menghadirkan aktivitas rutin yang menyenangkan penghuninya. Sehingga mereka tetap bisa merasakan kehangatan keluarga. Selain itu, kesehatan para penghuni terus dipantau dan ada juga Satgas yang bekerja 24 jam untuk menjaga serta memantau aktivitas lansia.

Meski demikian ia berharap masyarakat Kota Tangerang tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada setiap anggota keluarganya. Ia pun mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya orang telantar di wilayah Kota Tangerang untuk melapor kepada TRC Dinsos Kota Tangerang melalui pesan WhatsApp di nomor 08956-0872-2422.

Nantinya, TRC Dinsos Kota Tangerang akan siaga hingga 24 jam untuk menindaklanjuti laporan adanya OT.

"Apabila menemui kejadian di wilayah di mana ada warga masyarakat yang hanya hidup sendirian terlebih dengan usia senja, segera laporkan hal itu ke Dinas Sosial Kota Tangerang," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

Sementara itu, Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Kota Tangerang mengaku bahagia bisa menyatukan kembali keluarga yang sempat terpisah jauh, bahkan telah hilang kontak sebelumnya.

Ia menceritakan kisahnya saat membantu Orang Telantar (OT) di daerah Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, pada Juli lalu untuk menemukan kembali keluarganya.

"OT ini ketika kami temukan ternyata ada indikasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lalu kami antarkan ke RSJ untuk mendapatkan perawatan hingga sembuh selama 2-3 minggu, setelah sembuh kami coba komunikasi untuk menemukan di mana keluarganya berada," tutur Heru.

"Senang sekali akhirnya kami bisa mempertemukan OT dengan keluarganya di Lombok, apalagi sudah bertahun-tahun hilang kontak," tambahnya.

Kendati demikian, Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani mengatakan ada pula kasus di mana OT sudah tidak memiliki keluarga atau keluarganya tidak bisa ditemukan. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan OT sementara di Rumah Singgah yang berlokasi di samping Kantor Dinsos Kota Tangerang.

"Ini sudah menjadi SOP Dinsos dalam menangani OT di lingkungan Kota Tangerang. Namun, jika OT tidak ditemukan keluarganya, atau sudah tidak memiliki keluarga, Dinsos juga memiliki Rumah Singgah untuk memfasilitasi kehidupan yang lebih layak dan produktif," pungkasnya.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT