ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu RI Sampaikan Pidato di Sidang PBB Hari Ini

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 16:43 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu RI Retno Marsudi (Foto: dok. Andi Barus/Kemlu)
Jakarta -

Sesi Debat Umum PBB di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS), masih berlanjut. Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi akan menyampaikan pidato mewakili pemerintah hari ini.

Berdasarkan jadwal resmi di situs PBB, seperti dilihat Senin (26/9/2022) pagi, waktu AS, Indonesia dijadwalkan menyampaikan pidato di Sesi Debat Umum pada pagi hari. Sebelum Indonesia, ada 5 negara yang bakal menyampaikan pidatonya terlebih dahulu.

Menlu Retno bakal mewakili Indonesia menyampaikan pidato. Belum diketahui apa yang akan disampaikan Menlu di forum dunia. Akan tetapi, Retno, di sela Sidang Majelis Umum PBB, terus membawa misi KTT G20 di Bali November mendatang, keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023, isu pangan dan pupuk dunia, hingga soal Afghanistan, dalam pertemuan bilateral ataupun trilateral di AS.

Paradigma Baru

Menlu Retno juga menyampaikan perihal paradigma baru selama kunjungan kerjanya di Amerika. Paradigma baru yang dimaksud yakni mengenai kerja sama internasional, saat mengikuti forum menteri luar negeri Gerakan Non-Blok (GNB).

Pertemuan GNB dilaksanakan di sela Sidang ke-77 Majelis Umum PBB di New York. Indonesia merupakan salah satu pelopor berdirinya GNB yang mengambil inspirasi dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.

"Dunia saat ini diwarnai dengan rasa saling tidak percaya dan rivalitas. Karenanya, GNB harus bersatu dan membentuk paradigma baru untuk menjawab situasi tersebut," kata Menlu Retno di New York, Rabu (21/9).

Retno menyampaikan situasi keamanan global saat ini serupa dengan situasi dunia pada 1961, tahun pembentukan GNB. Retno mengutip pandangan Sukarno pada 1961, yaitu 'politik berbasis kekuatan dan persenjataan hanya akan berakhir di medan perang'.

Menlu Retno menggugah negara-negara GNB untuk menyuarakan tiga paradigma baru guna mencegah konflik dan peperangan pecah. Paradigma pertama adalah kepercayaan strategis yang perlu dikedepankan, kedaulatan dan integritas teritorial harus dijunjung tinggi, dan terakhir penyelesaian damai konflik harus terus didahulukan.

Menlu Retno menggarisbawahi peran Dasasila Bandung sebagai pedoman guna memastikan seluruh negara menanggung beban setara dan kerja sama multilateral terus dikedepankan.

Lihat juga Video: Zelensky di Sidang PBB: Kami Tuntut Rusia Dihukum Seadil-adilnya!

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT