Proyek Got Antibanjir Permukiman Pondok Bambu Duren Sawit Dimulai Lagi

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Proyek Got Antibanjir Permukiman Pondok Bambu Duren Sawit Dimulai Lagi

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 17:18 WIB
Got antibanjir di permukiman Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 11 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Got antibanjir di permukiman Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 11 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Jakarta diguyur hujan dua hari belakangan ini. Warga di Duren Sawit yang sempat kebanjiran pada Maret lalu menjadi sedikit waswas. Kini proyek pengerjaan got antibanjir di kawasan permukiman dilanjutkan.

"Tidak sampai banjir, hanya saja kalau hujan turun lebih khawatir juga," kata Iwan, Ketua RT 16 RW 7 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, kepada detikcom, Kamis (8/9/2022).

Di Gang Statistik dekat Jl Haji Dogol inilah banjir sempat melanda pada enam bulan lalu. Biang keroknya adalah saluran air di kawasan dekat lahan kosong teruruk tanah. Kini, saluran itu sudah dibangun sedemikian rupa sehingga urukan terangkat dan tebing got diperkuat dengan karung-karung dan dilengkapi 64 boks kontrol.

Kini, pembuatan saluran air dilanjutkan di kawasan permukiman, dekat Waduk Haji Dogol.

"Sedang dibuat pintu air, jadi sementara ditutup akses satu-satunya air mengalur yang dari waduk ke saluran air," kata Iwan.

Saluran air, drainase, atau got di kawasan Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)Saluran air, drainase, atau got di kawasan Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)

Dia mengatakan pembangunan saluran baru ini direncanakan selesai dalam sepekan. Lanjutan pembangunan got di permukiman ini disebut Dinas Sumber Daya Air (SDA) sebagai 'saluran baru'. Hal ini sudah disampaikan Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas SDA Jakarta Timur, Puryanto, pada 7 Juni lalu.

"Nanti rencananya ada lagi pembangunan saluran baru yang melintasi Kompleks Statistik. Jadi ada dua pembuangan untuk mengalirkan air dari embung Haji Dogol," kata Puryanto saat itu.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT