Rapat Komisi I DPR dengan Menhan-Panglima TNI Digelar Tertutup

ADVERTISEMENT

Rapat Komisi I DPR dengan Menhan-Panglima TNI Digelar Tertutup

Nahda Utami - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 10:54 WIB
Jakarta -

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan para kepala staf TNI membahas anggaran 2023 dan beberapa isu aktual. Rapat digelar secara tertutup.

Pantauan detikcom, Senin (26/9/2022), di ruang rapat Komisi I DPR terlihat Prabowo dan Andika hadir. KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KSAL Yudo Margono juga turut menghadiri rapat.

Sementara itu, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo diwakili oleh WAKSAU Marsekal Madya A Gustaf Brugman. Fadjar diketahui tengah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi bantuan kemanusiaan untuk korban banjir.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid kemudian membuka rapat. Rapat diputuskan digelar secara tertutup.

"Rapat dapat kita buka. Kami tanyakan dulu kepada forum ini apakah rapat ini dibuka dengan sifat tertutup atau terbuka? Tertutup? Saudara Menhan? Tertutup?" tanya Meutya saat membuka rapat.

"Baik, rapat kita buka dengan sifat tertutup," sambungnya.

Untuk diketahui, kehadiran Jenderal Andika dan Jenderal Dudung saat ini menarik perhatian. Sebab, sebelumnya, keduanya santer jadi perbincangan lantaran diisukan ada disharmonisasi. Isu itu dimunculkan oleh anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Effendi Simbolon dalam rapat.

Wakil Ketua Komisi I DPR Kharis tak memastikan apakah rapat itu turut membahas terkait isu disharmoni antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung yang belakangan mencuat. Yang pasti, kata dia, rapat itu bakal membahas persetujuan rancangan kerja/rancangan anggaran (RKA) institusi-institusi tersebut.

"Nggak. Kita kan bahas anggaran, tapi kan mereka pasti datang, gitu, loh," kata Kharis.

"Ya terserah anggota mau nanya atau nggak. Yang pasti agenda kita pembahasan anggaran ya. RKA K/L yang terakhir besok, persetujuan," imbuh dia.

Kharis menganggap persoalan antara Effendi, Dudung, dan Andika sudah selesai. Dia berharap isu itu tak lagi diperpanjang.

"Belum lihat. Saya belum buka-buka. (Tapi) saya kira kan sudah ada permintaan maaf dari Pak Effendi, selesailah, sudahlah. Kita anggap selesailah, udah, nggak usah diperpanjang," ujar dia.

(nhd/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT