Panglima TNI hingga KSAD Hadir di Rapat Bareng Prabowo di DPR

ADVERTISEMENT

Panglima TNI hingga KSAD Hadir di Rapat Bareng Prabowo di DPR

Nahda Utami - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 10:40 WIB
Jakarta -

Komisi I DPR akan menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Rapat itu juga dihadiri KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

Rapat itu digelar di ruang rapat Komisi I DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat diagendakan pukul 10.00 WIB.

Pantauan detikcom, seluruh peserta rapat mulai menghadiri ruangan pukul 10.25 WIB. Terlihat Prabowo dan Andika hadir dalam rapat.

Adapun kepala staf yang hadir adalah KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KSAL Laksamana Yudo Margono. Sementara itu, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dikabarkan menyusul.

"Bahwa hari ini Pak KSAU ada bantuan kemanusiaan untuk korban banjir mendampingi Presiden. Suratnya ada. Nanti, kalau Bapak Ibu ingin melihat suratnya, sudah diberikan kepada Komisi I, namun diusahakan (hadir) menyusul," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid saat membuka rapat.

Untuk diketahui, kehadiran Jenderal Andika dan Jenderal Dudung saat ini menarik perhatian. Sebab, sebelumnya, keduanya santer jadi perbincangan lantaran diisukan ada disharmonisasi. Isu itu dimunculkan oleh anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Effendi Simbolon dalam rapat.

Wakil Ketua Komisi I DPR Kharis tak memastikan apakah rapat itu turut membahas terkait isu disharmoni antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung yang belakangan mencuat. Yang pasti, kata dia, rapat itu bakal membahas persetujuan rancangan kerja/rancangan anggaran (RKA) institusi-institusi tersebut.

"Nggak. Kita kan bahas anggaran, tapi kan mereka pasti datang, gitu, loh," kata Kharis.

"Ya terserah anggota mau nanya atau nggak. Yang pasti agenda kita pembahasan anggaran ya. RKA K/L yang terakhir besok, persetujuan," imbuh dia.

Kharis menganggap persoalan antara Effendi, Dudung, dan Andika sudah selesai. Dia berharap isu itu tak lagi diperpanjang.

"Belum lihat. Saya belum buka-buka. (Tapi) saya kira kan sudah ada permintaan maaf dari Pak Effendi, selesailah, sudahlah. Kita anggap selesailah, udah, nggak usah diperpanjang," ujar dia.

(eva/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT