ADVERTISEMENT

Babak Baru Lukas Enembe Usai Video Judi Kasino Terkuak

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 23:10 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe main kasino di Malaysia (dok. Istimewa)
Foto: Gubernur Papua Lukas Enembe main kasino di Malaysia (dok. Istimewa)
Jakarta -

Bukti video yang menunjukkan aktivitas judi Gubernur Papua Lukas Enembe di kasino telah terungkap. Perkara ini pun memasuki babak baru.

Sebagaimana diketahui, perkara ini mulai terungkap saat Kemenkopolhukam menggelar di Kantornya, Jakarta, Senin (19/9/2022). Menkopolhukam Mahfud Md bersama PPATK dan KPK mengatakan ada penyimpangan dan ketidakwajaran di rekening milik Lukas Enembe. PPATK menemukan transaksi ke kasino di tiga negara. Transaksinya mencapai Rp 560 miliar.

Mahfud menuturkan hingga saat ini sudah ada Rp 71 miliar rekening atas nama Lukas Enembe yang diblokir. Mahfud mengatakan bukan Rp 1 miliar rekening Lukas Enembe yang telah diblokir.

"Kedua, saat ini saja ada blokir rekening atas rekening Lukas Enembe, per hari ini sebesar Rp 71 miliar yang sudah diblokir, jadi bukan Rp 1 M," tuturnya.

Mahfud menjelaskan saat ini ada sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya yang melibatkan Lukas Enembe yang sedang didalami. Mulai pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga pencucian uang.

Pengacara Lukas Heran

Terkait hal ini, pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, heran soal duit Rp 560 miliar ke rekening kasino yang disorot. Dia mengatakan Lukas Enembe adalah orang kaya.

"Dia kan orang kaya. Dia punya sumber daya alam, dia punya emas, kamu mau curiga?" kata Aloysius Renwarin kepada wartawan, Senin (19/9).

Dia mengklaim harta Lukas Enembe berasal dari pendapatan selama 20 tahun menjadi pejabat di Papua. Dia mengatakan Lukas Enembe menjabat di daerah dengan sumber daya emas paling banyak.

"Dia sudah 20 tahun menjabat di negerinya yang sumber emas paling banyak di kabupatennya, di tempat kelahirannya, di negerinya. Jadi mau apa lagi buat cari-cari kesalahan orang?" tutur Aloysius.

KPK Beri Tawaran Menarik

KPK juga memberikan tawaran menarik kepada Lukas terkait perkara ini. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers, Senin (19/9/2022). Alex menawarkan penghentian kasus Lukas asalkan Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK dalam transaksinya.

"KPK, berdasarkan UU yang baru ini, bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3 kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan, ratusan miliar, tersebut," kata Alexander Marwata.

"Misal Pak Lukas punya usaha tambang emas, ya sudah, pasti nanti kami akan hentikan, tapi mohon itu diklarifikasi, penuhi undangan KPK, panggilan KPK untuk diperiksa," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT