Said Iqbal Ungkit Sukarno Lahirkan UU Pokok Agraria tapi Kini Petani Digusur

ADVERTISEMENT

Said Iqbal Ungkit Sukarno Lahirkan UU Pokok Agraria tapi Kini Petani Digusur

Adrial Akbar - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 13:57 WIB
Demo peringatan Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakpus (Adrial-detikcom)
Demo peringatan Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakpus. (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar demonstrasi peringatan Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus). Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan protes gara-gara merasa petani digusur dari lahan subur.

"Kalian para petani adalah aktor penting di negara ini. Tanpa kamu, siapa yang bisa makan? Tanpa kamu, siapa yang bisa melanjutkan hidup tanpa makan? Dari tahun ke tahun, Bapak Sukarno, Bapak Bangsa, melahirkan Undang-Undang Pokok Agraria untuk rakyat, untuk petani. Mengapa tani digusur? Mengapa petani dijauhkan dari hak-haknya, yaitu tanah yang subur," kata Said Iqbal dari atas mobil komando di kawasan Patung Kuda, Jakpus, Sabtu (24/9/2022).

"Demi perkebunan sawit, demi pertambangan, demi menyalurkan hasrat serakah orang-orang itu, korporasi-korporasi yang serakah dan rakus, tanah petani dikorbankan," lanjutnya.

Said Iqbal menyayangkan kondisi petani di Indonesia yang disebutnya masih hidup dalam kemiskinan. Dia juga mengatakan banyak petani yang tertindas.

"Tidak ada di satu negara, di satu bangsa, dikatakan bangsanya kuat kalau kaum taninya miskin, kalau kaum taninya tertindas, kalau kaum taninya didiskrimnalisasi, bahkan diusir dari tanahnya," katanya.

Dia kemudian bertanya apakah para petani yang ikut demo di kawasan Patung Kuda telah sejahtera atau belum. Massa menjawab petani masih miskin.

"Tapi mari kita tengok, kehidupan kaum tani, kamu hidup miskin atau sejahtera?" tanya said Iqbal.

"Miskin," jawab massa aksi.

Dia juga menyinggung kenaikan harga pangan dunia. Menurutnya, kenaikan harga pangan tak membuat petani sejahtera.

"Apakah kamu menikmati harga pangan yang mahal itu? Apakah kamu sejahtera dengan harga pangan tinggi di dunia?" ucapnya.

Polisi tampak mengawal demonstrasi ini. Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Kepresidenan juga ditutup.

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT