ADVERTISEMENT

KPAI Dorong ABG Korban Prostitusi Online di Jaksel Diterapi Psikologis

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 02:10 WIB
Kuasa hukum Muradi membantah kliennya memiliki anak dari model Era Setyowati atau dikenal dengan nama Sierra.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong lima anak di bawah umur korban prostitusi online di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) direhabilitasi. KPAI juga mendorong para korban diberikan terapi pskiologis.

"Jadi tentu KPAI akan terus memonitor, anak-anak ini membutuhkan dukungan rehabilitasi temen-temen, jadi bukan soal mereka dipulangkan, orang tuanya datang, tadi ada beberapa juga bilang orang tuanya mendukung Pak Waka untuk diberikan bimbingan pskiologis, bimbingan rehabilitasi," kata Komisioner KPAI, Ai Maryati Solihah dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Maryati mengatakan KPAI telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait pemberian rehabilitasi dan bimbingan pskiologis tersebut. Dia menyebut ada dua alternatif tempat yang bisa dipilih untuk memberikan bimbingan psikologis tersebut.

"Jadi ini tugas bersama tentu KPAI terus monitor, tadi sudah kontak juga teman-teman para legal, advokat, sekaligus nanti bimbingan psikologis baik itu di Dinas Sosial Pak Waka untuk anak-anak korban juga, ada salah satu pelaku yang dititip, bisa juga di Kemensos Handayani begitu ya. Jadi ini tempat-tempat yang memang kami rekomendasikan sehingga mungkin satu hari bisa di sini," tuturnya.

Dia juga mengapresiasi Kepolisian yang berhasil mengungkap praktek prostitusi online melalui applikasi Mi Chat terhadap anak di bawah umur tersebut. Dia menyebut fenomena terbaru dalam praktek prostitusi adalah adanya keterlibatan pihak dunia usaha.

"Pertama apresiasi ini saya sampaikan karena bukan hanya dari sisi fenomena gunung es nya, siapa korban siapa tersangka, tetapi ini udah masuk ranah adanya dunia usaha yang juga turut terlibat dan menikmati," ujarnya.

Selain itu, dia mengaku prihatin lantaran salah satu tersangka muncikari merupakan anak di bawah umur. Dia juga menyoroti cara muncikari merekrut para korban dengan cara dijadikan pacar lebih dulu.

"Dari 5 pelaku itu salah satunya juga usia anak. Jadi ini perhatian kami tentu ada anak sebagai berkonflik hukum dan tentu korban," ujarnya.

"Dan berikutnya juga ini menyasar relasi kuasa, dipacari dulu baru gitu, namanya dengan pacar ya kadang-kadang ya itulah modusnya, 'kamu kalau setia sama aku ya ayo, kamu mau nggak layani si A si B ?' jadi ini fenomena yang betul-betul menjadi pengembangan karena relasi kuasa ini luar biasa memberi dampak korbannya mau diaapin aja, itu terjadi. Jadi eksploitasinya kalau tadi dilaporkan Pak Waka, 2 sampai 3 kali per hari, tapi ayo dalami saya kira bisa jadi lebih dari itu," tambahnya.

Lebih lanjut, dia mendukung langkah kepolisian untuk mengusut dugaan keterlibatan pihak hotel yang menjadi tempat praktek prostitusi online tersebut. Dia mengatakan KPAI akan terus memonitor kasus prostitusi online terhadap anak di bawah umur tersebut.

"Tentu saya mengapresiasi sudah terperiksa pihak hotel dan akan dikembangkan, karena sekali lagi ini kelihatannya ada main mata. Dia (hotel) dapat manfaat ya sudah, diberikanlah berbagai kemudahan," ucapnya.

Simak Video 'Polisi Ringkus Pelaku Perbudakan Seks Remaja di Tangerang-Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT