ADVERTISEMENT

Pria Gesek Kelamin di KRL Depok Ngaku Efek Sering Nonton Film Porno

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 16:51 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Depok -

Polisi mengungkap motif tersangka DAP (39) yang melecehkan penumpang KRL di Stasiun Depok Baru. Kepada polisi, tersangka DAP mengaku melakukan hal tersebut lantaran terpengaruh video porno yang sering ditontonnya.

"Sudah (ditetapkan jadi tersangka), ditahan di Polres. (Tersangka mengaku didorong) nafsu, efek sering menonton film porno," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Depok Iptu Tulus saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Tulus menyebut pelaku sudah sering melakukan pelecehan seksual seperti tindakan terakhir yang dipergoki penumpang lain. Tindakan pelaku dilakukan di gerbong kereta.

"Sudah sering, (melakukannya) di kereta, karena yang bersangkutan kerja naik kereta," ungkap Tulus.

Untuk diketahui, kasus ini terjadi di dalam KRL di Stasiun Depok Baru, Kota Depok, pada Kamis (22/9) sekitar pukul 06.40 WIB. Kondisi di dalam KRL saat itu padat penumpang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Depok Iptu Tulus mengungkapkan awalnya pelaku memepet, lalu menggesekkan kelamin kepada korban yang sedang berdiri. Pelaku memepet sehingga bersentuhan dengan korban.

"Sesama penumpang kereta, mepet korban di dalam gerbong, bersentuhan sama bokong korban," ujar Tulus saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/9).

Bejatnya lagi, pelaku melakukan aksinya hingga ejakulasi. Korban yang kaget spontan berteriak hingga petugas keamanan dalam (PKD) KRL mengamankan pelaku.

"Diamankan korban sama petugas keretanya. (Pelaku) dibawa ke Polres," kata Tulus.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Metro Depok. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya.

"(Pelaku dikenai) Pasal 10 juncto Pasal 36 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 281 KUHP (cabul di muka umum)," tutur Tulus.

Lihat juga video 'Terjadi Lagi! Penumpang KRL Dilecehkan, Kali ini saat Tertidur':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT