ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu Retno: Jika Gagal Atasi Masalah Pupuk Dunia, Situasi Pangan Memburuk

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 05:10 WIB
Menlu RI Retno LP Marsudi
Menlu RI Retno LP Marsudi (Foto: Billy Fannan/PTRI)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno LP Marsudi menekankan pentingnya mengatasi masalah pupuk dunia yang rantai distribusinya terganggu akibat perang. Menlu Retno mewanti-wanti masalah pupuk dunia yang bisa menyebabkan memburuknya situasi pangan jika tidak diselesaikan sesegera mungkin.

"Jika kita gagal mengatasi masalah pupuk, situasi pangan akan memburuk, khususnya terkait beras. Dan masalah beras ini berkaitan dengan 2 miliar manusia," kata Menlu Retno.

Hal ini disampaikan Menlu Retno saat menghadiri pertemuan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat, Kamis (22/9/2022). Menlu RI menekankan pentingnya pasokan pupuk dunia untuk mengatasi krisis pangan.

Selain soal pupuk dunia, Menlu Retno menjelaskan mengenai persiapan KTT G20 di forum MIKTA. G20, kata dia, harus dapat memenuhi harapan sebagai katalis pemulihan ekonomi global serta tidak boleh tersandera dinamika geopolitik.

"Saya harap negara MIKTA dapat mendukung keberhasilan G20, terutama KTT 20 di Bali pada November mendatang, dan memastikan KTT dapat menghasilkan concrete deliverables yang berisi komitmen untuk mengatasi tantangan global," ujar Menlu Retno.

Menlu RI juga menyinggung situasi warga Rohingya yang memburuk. Sebanyak 1,1 juta warga Rohingnya, katanya, terperangkap di Cox Bazaar dan rentan menjadi korban perdagangan manusia dan radikalisme. Upaya mengatasi isu ini dipersulit situasi di Myanmar.

Retno turut menekankan pentingnya memperluas cakupan perlindungan sosial di tingkat nasional dan memperkecil kesenjangan antarnegara.

Para Menlu MIKTA disebut menekankan komitmen sebagai middle-power untuk berkontribusi konkret mengatasi krisis kemanusiaan di beberapa negara, khususnya dalam meningkatkan proteksi sosial mengantisipasi krisis di masa depan. Indonesia akan menjadi Ketua MIKTA pada 2023.

Simak juga 'Biden: Rusia Bohong, Salahkan Sanksi Dunia Penyebab Krisis Pangan':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT