Warga Desak Pemprov DKI Tutup Kompleks Prostitusi dekat Hutan Kota Jakut

ADVERTISEMENT

Warga Desak Pemprov DKI Tutup Kompleks Prostitusi dekat Hutan Kota Jakut

Antara - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 21:43 WIB
Internet search bar with phrase prostitution
Ilustrasi prostitusi (iStock).
Jakarta -

Ketua RW 010 Semper Timur, Ahmad Syarifudin meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menutup kompleks prostitusi di dekat Hutan Kota Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Ahmad mengaitkannya dengan kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan 13 tahun di hutan kota.

"Maksud saya itu, seharusnya benar-benar plek ditutup. Tanpa ada kecuali, apalagi dalam keadaan seperti ini (ada anak yang mendapat kekerasan seksual di Hutan Kota Rawa Malang)," kata Syarifudin seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/9/2022).

Dia mengaku kompleks prostitusi tersebut telah membuat warga khawatir. Terlebih, antara lokasi prostitusi di Rawa Malang dengan Hutan Kota hanya berjarak kurang dari satu kilometer.

"Khawatir ada dampak psikis bagi anak yang melihat situasi demikian. Memang tidak kelihatan dari luar, kalau siang tampak rumah dengan kamar-kamar biasa. Cuma kalau malam menerima tamu, musiknya terdengar (keras)," ujar Syarifudin.

Menurutnya, warga jadi harus lebih berhati-hati menjaga anak-anak di rumah. Minimal, menjaga anak agar tidak sampai keluar malam.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara memperketat pengawasan Hutan Kota Rawa Malang di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

"Sebagai area publik, jika tanpa pengawasan, Hutan Kota tersebut berisiko menjadi tempat yang rentan terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan," ucap Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu,

Untuk itu, sebagai upaya mencegah tidak berulangnya tindak kekerasan seksual maupun kekerasan lainnya, Nahar mendorong pemerintah daerah dapat memastikan tersedianya fasilitas umum yang ramah anak.

Kronologi kasus bermula saat korban pulang sekolah dan bertemu dengan empat anak di Hutan Kota, Jakarta Utara pada 1 September 2022. Salah satu anak memeluk korban dan menanyakan apakah korban mau menjadi kekasihnya, namun korban menolak.

Esok harinya, keempat pelaku yang sudah mengincar korban, kembali bertemu korban saat pulang sekolah. Saat itulah, keempat anak melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban.

(aik/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT