2 Capim KPK Pengganti Lili Akan Jalani Uji Kelayakan di DPR

ADVERTISEMENT

2 Capim KPK Pengganti Lili Akan Jalani Uji Kelayakan di DPR

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 14:24 WIB
Arsul Sani
Arsul Sani (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Johanis Tanak dan I Nyoman Wara untuk dipilih, salah satunya akan menggantikan Lili Pintauli Siregar (LPS) sebagai Wakil Ketua KPK. Kedua calon pimpinan (capim) pengganti Lili ini nantinya akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan surat presiden (surpres) Jokowi soal nama pengganti Lili akan dibawa ke Badan Musyawarah di jajaran pimpinan DPR. Setelah itu, pimpinan DPR akan menugaskan Komisi III DPR yang membidangi hukum dan sebagai mitra dari KPK, untuk menindaklanjuti prosesnya.

"Surat dari presiden kepada DPR terkait pimpinan KPK pengganti Ibu Lili Pintauli Siregar kan sudah diterima. Kemudian sebagaimana biasanya kalau DPR menerima surat dari Presiden, maka dirapimkan dulu. Saya kira itu sudah. Kemudian dibamuskan," kata Arsul kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

"Nah, di bamus itu nanti pimpinan DPR dan fraksi-fraksi akan menugaskan untuk Komisi III menindaklanjuti itu," ujar dia.

Arsul merujuk pada UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK bahwa proses itu setidaknya maksimal selama 30 hari. Arsul mengatakan Komisi III DPR saat ini belum menerima penugasan dari pimpinan untuk melakukan fit and proper test.

"Nah, kalau kita baca undang-undangnya, DPR punya waktu 30 hari (hari kerja), tidak termasuk masa reses, untuk menindaklanjuti," katanya.

"Dalam pikiran kami, terus terang, ini belum kita putuskan karena memang penugasannya secara formal belum disampaikan kepada Komisi III. Itu tentu kami akan mengadakan kembali fit and proper test," imbuhnya.

Arsul menjelaskan proses fit and proper test harus dilakukan karena kedua capim ini perlu disesuaikan dengan keadaan 3 tahun lalu saat pergantian struktur kepengurusan di lembaga antirasuah itu. Arsul menyebut DPR bakal memilih satu dari dua capim untuk menggantikan Lili.

"Barangkali ada pertanyaan, la dulu kan sudah fit and proper test. Dulu kan itu keadaan 3 tahun yang lalu. Kita kan tidak tahu persis apakah 2 orang calon itu setelah 3 tahun masih memenuhi syarat atau tidak sebagai capim KPK. Itu yang harus kami dalami dalam fit and proper test itu," katanya.

"Setelah fit and proper test karena memang KPK ini bukan persetujuan, tapi pemilihan, ya tentu kami akan pilih nanti satu di antara dua," sambungnya.

Diketahui, Lili Pintauli Siregar mengundurkan diri dari kursi komisioner KPK di tengah pusaran kontroversi dugaan pelanggaran etik. Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak H Panggabean menyatakan penggantian Lili ada di tangan Presiden Jokowi. Aturannya tertera pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

I Nyoman Wara dan Johanis Tanak ternyata pernah mendapatkan nol suara saat penentuan pimpinan KPK pada 13 September 2019 oleh Komisi III DPR. Penentuan itu dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.

Saat itu para anggota Komisi III tersebut memasukkan kertas suara ke kotak yang sudah disediakan di tengah rapat. Lalu, proses penghitungan pun dimulai.

Ada tiga orang yang mendapatkan nol suara dalam pemungutan suara tersebut. Dua di antaranya Johanis dan I Nyoman Wara. Berikut ini hasil voting di Komisi III DPR pada tahun 2019:

- Alexander Marwata 53 suara
- Firli Bahuri 56 suara
- Johanis Tanak 0 suara
- Luthfi Jayadi Kurniawan 7 suara
- Roby Arya Brata 0 suara
- Lili Pintauli Siregar 44 suara
- Nurul Ghufron 51 suara
- Sigit Danang Joyo 19 suara
- Nawawi Pomolango 50 suara
- I Nyoman Wara 0 suara

Simak video 'Jokowi Usulkan 2 Nama Calon Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT