Aksi Pembullyan di Cirebon: Kondisi Korban Hingga Penangkapan Pelaku

ADVERTISEMENT

Aksi Pembullyan di Cirebon: Kondisi Korban Hingga Penangkapan Pelaku

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 13:43 WIB
Kasus pembullyan di Cirebon menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah remaja SMA merundung laki-laki disabilitas di Desa Bojong Kulon, Cirebon, Jawa Barat.
Ilustrasi pembullyan/perundungan (Foto: detikcom/Thinkstock)
Jakarta -

Kasus pembullyan di Cirebon menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah remaja SMA diketahui merundung seorang laki-laki disabilitas di Desa Bojong Kulon, Cirebon, Jawa Barat.

Kini, polisi pun sudah menangkap para pelaku pembullyan tersebut. Berikut informasi selengkapnya yang telah dirangkum oleh detikcom.

Kejadian Pembullyan di Cirebon: Korban Diinjak Hingga Ditendang

Dilansir detikJabar, korban pembullyan adalah seorang pria disabilitas berusia 17 tahun. Peristiwa itu terjadi di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Desa Bojong Kulon Sudarso baru mengetahui insiden itu setelah mendapat laporan dari orang tua korban.

"Iya betul. Itu kejadiannya di desa saya," kata Sudarso, dikutip detikcom, Kamis (22/9/2022).

Dalam rekaman video, terlihat sejumlah pemuda berseragam SMA membully laki-laki disabilitas itu. Para pelaku menendang hingga menginjak korban di bagian pundaknya. Meskipun korban sudah menangis dan berteriak, para pelaku tetap melakukan aksinya.

Kasus pembullyan di Cirebon menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah remaja SMA merundung laki-laki disabilitas di Desa Bojong Kulon, Cirebon, Jawa Barat.Kasus pembullyan di Cirebon menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah remaja SMA merundung laki-laki disabilitas di Desa Bojong Kulon, Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat)

Terduga Pelaku Pembullyan Berjumlah 4 Orang

Terduga pelaku pembullyan pada remaja disabilitas di Cirebon berjumlah empat orang. Mereka adalah pelajar SMA dengan rata-rata usia 15 tahun.

Tanggapan Warga Sekitar Soal Pembullyan di Cirebon

Aksi pembullyan tersebut membuat geram banyak pihak, termasuk warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Kepala Desa Bojong Kulon Sudarso menilai korban merupakan sosok yang baik.

"Kejadian ini membuat warga kami di Desa Bojong Kulon gemes. Geram," ungkap Sudarso.

"Korban ini orangnya sangat baik sekali. Dia orangnya enggak neko-neko. Semua orang juga iba sama dia," tambahnya.

Polisi Tangkap Pelaku Pembullyan Disabilitas di Cirebon

Tiga dari empat pelaku pembullyan remaja disabilitas di Cirebon sudah ditangkap polisi. Mereka diamankan di Mapolresta Cirebon.

"Kita sudah melakukan pengecekan terhadap kejadian tersebut. Kemudian orang tua korban langsung membuat laporan polisi. Kemudian kita dari Satreskrim sudah melakukan upaya penangkapan dengan membawa para terduga pelaku," kata Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Anton, dikutip detikcom, Kamis (22/9/2022).

Anton juga menyebutkan peran para pelaku pembullyan di Cirebon, di antaranya:

  • Satu orang berperan sebagai pelaku penganiayaan dengan cara menginjak-injak pundak korban
  • Satu orang yang memukul atau menendang korban
  • Satu orang sebagai perekam aksi pembullyan tersebut
  • Satu orang lagi masih dalam pencarian polisi.

Ridwan Kamil Soal Pembullyan Disabilitas di Cirebon

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut geram atas aksi bullying terhadap remaja disabilitas di Cirebon. Ridwan Kamil menegaskan tak boleh ada aksi bully yang terjadi di lingkungan sekitar.

"TIDAK BOLEH ADA BULLY DI LINGKUNGAN KITA," ungkap Kang Emil ini di akun Instagram pribadinya dengan huruf kapital, dilihat detikcom, Kamis (22/9/2022).

"Apalagi kepada kaum disabilitas, yang harus lebih kita pahami & sayangi. Setiap kita adalah unik dalam eksistensi hidupnya." lanjut Kang Emil.

Ridwan Kamil juga sudah menginstruksikan relawan Jabar Quick Response untuk memberikan pendampingan mental bagi korban pembullyan di Cirebon tersebut. Ia pun mengajak siswa di sekolah agar bisa menyayangi sesama manusia.

"Pendampingan mental juga sudah kami arahkan kepada tim psikolog @jabarquickresponse. Untuk anak-anakku di sekolah, mari selalu saling menyayangi sesama manusia. Perlakukan teman kita seperti kita ingin diperlakukan dgn baik oleh orang lain," pungkas Ridwan Kamil.

Lihat juga video 'Viral Aksi Kekerasan Terhadap Remaja di Bogor, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT